Debt Collector Semakin Merajalela, Masyarakat Resah

Sumenep-Teropong Indonesia news-

Di ketahui setiap hari debt collector berkeliaran khususnya diwilayah kota Sumenep, bahkan cara yang mereka lakukan saat merampas unit sepeda motor nasabah dijalan dengan beragam cara pengendara dikejar dan kemudian diberhentikan di jalan.

Setelah berhenti pengendara (debitur/nasabah) tersebut lalu pura-pura tanya STNK dan menjelaskan tunggakan pembayaran terhadap motor yang nasabah kendarai. Kemudian memaksa nasabah mengikuti permintaan para deptcolektor untuk menyerahkan Unitnya bahkan di giring ke kantor lesing supaya lebih mudah merampas unit tersebut. Sesampainya di kantor lesing para dep kolektorpun berpura2 pinjam kontak seolah2 mau ngecek kendaraan. Namun kenyataannya kendaraan di sita dan tidak bisa di ambil kembali.

Adapun beban yang harus di bayar ketika nasabah hendak melunasi tunggakannya tak lain nasabah di bebankan uang biaya tarik sebesar 1.5jt rupiah hal ini yang membuat nasabah geram dan resah.

Sementara menurut salah satu aktifis di kabupaten sumenep A. Effendi. SH ketua Lidik Hukum Dan HAM menjelaskah bahwa yang berhak melakukan sita terhadap jaminan Fidusia itu tak lain harus menempuh jalur hukum jika kreditur menganggap debitur melanggar kesepakatan yang di sepakati di awal (ingkar janji) maka kreditur bisa mengajukan perkara ke pengadilan dan pengadilanlah yang nantinya menentukan Debitur ini melanggar (wanprestasi) atau tidak. Sita jaminanpun yang berhak melakukan penyitaan ya jurusita di pengadilan bukan debt collector

Nah jika nasabah sendiri yang mengalami hal ini kemudian dept collektor melakukan perampasan unit di jalan maka sudah bisa di pastikan dept colector tersebut melawan hukum dengan cara melakukan perampasan di jalan.bahkan nasabah bisa melaporkan secara pidana ke polsek ataupun ke polres setempat

Dulu pernah ada perintah dari kapolres untuk melakukan tembak di tempat bagi dept collektor yang melakukan perampasan di jalan. akan tetapi hal itu tidak membuat mereka takut dan kapok malah semakin meraja lela saja di jalan. Semoga dengan kejadian ini akan mendapat respon positif dari Kapolres Sumenep. Ucap Fendi dengan tegas

Dari hal ini semoga polres sumenep bisa mengambil sikap tegas atas maraknya depcollektor yang sangat meresahkan masyarakat

Sementara Kabag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti saat dikonfermasi via whatsapp nya,
“ndan debt collector merajalelah di wilayah kota Sumenep, bahkan barusan terjadi perampasan unit sepeda motor di jalan lingkar timur dengan cara mengejar dan memberhentikan.

Di jawab

“Gawat biar tak kasih tahu anggota dilapangan, “tuturnya widi dengan nada terkejut

Lanjut Widi, Anggota sudah bergerak, ” tegasnya. Teguh

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *