Musibah Itu Tiba Di Saat Usia Senja

Teropongindonesianews.com
Indramayu, –

Sungguh Naas Musibah yang menimpa pada Umuri (72)tahun, Warga Rt. 05 Rw.02. Blok Bonjot Desa Cidempet Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu Jawa barat, pasalnya diusia senjanya harus kehilangan tempat tinggalnya lantaran diterjang angin puting beliung sehingga rumahnya rata dengan tanah.

Kejadian tersebut pada pukul 09:30 wib berawal adanya intensitas cuaca kurang baik selain derasnya curah air hujan yang di sertai angin puting beliung, mengakibatkan robohnya rumah tua yang dihuni Umuri bersama Mualiyah istri tercintanya. Pada Selasa (19/01/2021).

Beruntung saat kejadian Kedua pasutri ini sedang berada diluar rumah,sehingga keduanya selamat dari reruntuhan bangunan rumah tua tersebut.

Ditemui di sisa reruntuhan bangunan rumahnya, yang kini hanya beratapkan terpal, Sepasang Pasutri yang tidak memiliki keturunan tersebut, Umuri (72) tahun bersama istrinya, kepada wartawan TIN hanya bisa pasrah menerima nasibnya dan berharap adanya uluran tangan para dermawan maupun kepedulian pemerintah desa, dinas terkait pemerintah daerah indramayu. Rabu (27/01/2021)

Dikatakannya Mualiyah.

” Saat itu sekitar jam 09:30 wib hujan deras dan di barengi angin kencang, saya juga lagi diluar rumah saat itu, lalu saya dan tetangga mendengar suara gemuruh, pas saya lihat ternyata rumah saya yang roboh. ” ucap Mauliyah sambil menahan isak tangisnya.

Ia juga menambahkan.
” Saya bersama suami hanya bisa pasrah dan berdoa semoga ada yang mau peduli, berharap adanya kepedulian dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah atas musibah yang menimpa kami. ” Pungkas Mualiyah sambil usap tangisnya.

Sementara PJS Kepala Desa Cidempet H.Siharudin.

“Terkait rumah pak Umuri kami sudah meninjau dan itu juga kami sudah mengajukan bantuan ke pihak BPBD, Dinsos,PUPR,Baznas, Gempurgakin Indramayu,dan kami juga akan upayakan untuk di ajukan ke program Rutilahu, kalau untuk sementara kami pihak desa hanya membantu untuk membeli beras saja.” Terang PJs H.Siharudin

Kini kedua pasutri jompo itu hanya bisa berharap dan berdoa, keduanya pun sesekali memandang sisa puing-puing bangunan rumahnya yang sudah rata dengan tanah.

Jani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *