SMP43 Wolomotong, merupakan salah satu USB, yang dibuka di Wilayah desa Wolomotong.

Teropongindonesianews.com

Sikka – Sekolah ini merupakan inisiatif warga masyarakat desa Wolomotong, mulai dari pembebasan lokasi dan juga pembanguan ruang darurat bersama tokoh dan warga diaspora dari Wolomotong yang ada di luar desa.

Berdasarkan persyaratan lembaga ini memenuhi syarat untuk pendirian sebuah USB, karena ada empat SD pendukung.

Menanggapi usulan ini pemerintah kabupaten Sikka telah memberikan izin kepada Panitia pendirian dgn Nomor: PKO 421.3/35/IV/ 2021.
Respon positip dari pemerintahan kabupaten Sikka dengan merekomendasikan salah satu guru ASN yakni Lukas Loo, S.pd, sebagai PLt. Kepala sekolah.

kegiatan belajar Mengajar sudah dimulai sejak, 2 Agustus 2021 lalu.

Sekolah yg digagas oleh masyarakat ini hingga hari ini memiliki 20 siswa sebagai pelajar awal dalam proses KBM.
Sekolah ini masih memiliki banyak kekurangan dan keterbatasan.

“Sekolah yang masih dengan ruang Darurat yakni dengan 1 ruang kelas dan 1 ruang guru.

Lebih dari, itu masih banyak keterbatasan lain yang dialami oleh sekolah baru ini yakni, keterbatasan Operasional awal, sebagai pendukung proses KBM seperti buku sumber atau pegagan guru, dan juga siswa serta alat-alat pelengkap lainya ,” Uangkap plt. Kepla sekolah SMPN43 Wolomotong.

Lukas Lo’o berharap kedepan terus mendapatkan bantuan dan kerja sama, dari semua pihak baik pemerintah dan warga masyarakat.

Dalam Rapat pemilihan Komite Sekolah yang dihadiri oleh, Pemerintahan Desa, Wolomtong, plt. Kepala sekolah SMPN 43 Wolomotong guru-guru dan orang tua murid serta, panitia pendirian SMPN43 Wolomotong.

Komote sekolah sebagai lembaga pendukung untuk kemajuan sekolah agar menjadi lebih baik ke depan.

Komite adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orang tua murid dan tokoh masyarakat, serta unsur yang peduli terhadap pendidikan.

Dengan presentasinya sebagai berikut, dari orang tua murid 50% tokoh masyarat 30% dan tokoh yang peduli terhadap masyarakat 20%
Ketua Komite, Mikael Mitan, wakil Herman Hale, sekertaris Adeodatus Maring, bendahara Bernadetah Ningsi
Anggota, 1.Mikael Mitan, 2. Thomas Tena 3. Martinus Wewut. 4. Wendelinus 5. Arkadisu Dominikus Dewa.

Setelah pemilihan Komite secara bersama menemtukan bantuan dari orang tua murid kepada sekokah sebagai penopang operasional di sekolah sebesar, Rp.800.000. Biaya ini di sepakati oleh orang tua murid bersama komite sekolah yang baru dipilih
Pemilihan dan penentuan, Kepenguruan komite, bertujuan untuk membantu dan memperlancar proses belajar mengajar di sekolah.

Dengan menghrapakn kerja sama yg baik antara komite sekolah dan pihak sekolah itu sendiri.

Penulis:Nong lamenk Mana.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *