Survey Kesiapan Lembaga Pendidikan Non Formal oleh Balai Pengembangan Paud Dikmas NTT,

Teropongindonesianews.com

FloresTimur – Selasa, 28 September 2021, Insan Pendidikan non formal Kabupaten Flores Timur mendapat kunjungan kerja dari Balai Pengembangan PAUD DIKMAS NTT yang diwakili oleh Pak Roni Umbu dan Pak Maksi.

Mereka datang dalam rangka melaksanakan tugas monitoring kesedian satuan -satuan pendidikan non formal dalam melaksanakan program merdeka belajar di lingkungan Lembaga Pendidikan mereka termasuk TK, PAUD, SKB dan PKBM.

Menurut keterangan beberapa Nara sumber bahwa kegiatan ini diawali dengan pengisian kusioner di Aula SKB Larantuka.

Pak Roni selaku ketua tim menyampaikan sambutan awal mengenai maksud kedatangan mereka ke Flores timur, langkah awal ini dilaksanakan sebagai upaya mendata kembali kesiapan Lembaga Pendidikan non formal dalam menyikapi gerakan literasi sekolah sebagai bagian dari Program merdeka belajar.patut kita ketahui bersama bahwa Program Merdeka belajar ini tidak hanya dilaksanakan di Pendidikan formal saja, akan tetapi juga dilaksanakan pada pendidikan non formal.

Gerakan literasi setidaknya dimulai dari lingkungan keluarga , lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Membiasakan anak atau peserta didik untuk membaca adalah salah satu cara yang paling sederhana untuk dapat menggaungkan gerakan literasi.

Pak Roni juga mengatakan bahwa peserta yang hadir dan mengisi kuesioner ini harus berdasarkan fakta atau kenyataan yang ada di Lembaga masing-masing, dengan demikian kita akan mengetahui dimana letak kekurangan kita dan bagaiman cara kita untuk bisa berbenah.tidak mudah bagi setiap Lembaga Pendidikan memiliki Sarana penunjang yang lengkap.

Apalagi bagi yang berada di desa-desa yang jauh tentunya kurang mendapat fasilitas yang diinginkan, misalnya Perpustakaan yang nyaman, Labor TIK yang modern dengan segala kelengkapan internet, gedung yang layak,bbuku-buku bacaan yang lengkap dan berbagai sarana penunjang lainnya.

“Secara tidak sadar  tentunya kita telah melaksanakan kegiatan literasi di lingkungan Lembaga Pendidikan kita.misalnya dengan membaca di awal kegiatan pembelajaran, mengajak anak menulis cerita pendek ataupun puisi”, Jelas Pak Roni.

Untuk itu melalui kegiatan ini pihak Lembaga Pendidikan Formal di kabupaten Flores Timur, sangat mengharapkan tanggapan balik dari Pemerintah mengenai segala kekurangan yang ada, sarana dan prasarana harus ditingkatkan.

Karena melihat begitu pentingnya literasi di segala bidang kehidupan, dengan demikian segala kemampuan literasi dasar seperti literasi baca dan tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi budaya dan literasi finanasial dapat tercapai.

” Melalui Pak Roni kami sangat mengharapkan kerjasamanya , dengan mengisi kusioner dengan jujur dan baik kami yakin sedikit demi sedikit dapat menjawabi segala kekurangan yang ada,kata salah stu guru TK di Kota Larantuka “, ujar salah satu nara sumber yang sempat menjelaskan pada TIM Media TIN.

Melalui literasi baca tulis, anak-anak akan semakin semangat dalam mengembangkan kemampuan dari dalam dirinya untuk menjadi lebih baik di sekolah ataupun nanti dia akan menjadi penulis hebat.

Melalui literasi digital, kita akan mengenalkan dunia digital kepada anak didik atau warga belajar kita ketika kita sebagai guru di Taman Kanak  atau tutor di  Pendidikan Kesetaraan.melalui literasi finansial kita dapat membelajarkan kepada anak didik mengenai penggunaan atau pengelolaan keuangan secara baik.

  • ” Betapa pentingnya literasi di segala bidang kehidupan meski kadang literasi itu sendiri sering diabaikan oleh pihak -pihak terkait. Patut kita berikan apresiasi kepada pihak DIKMAS PAUD Propinsi NTT karena telah mengadakan kegiatan ini. Semoga ini bukan hanya menjadi kegiatan formalitas saja namun kami sangat mengharapkan  adanya  konfirmasi balik dan tindak lanjut dari Pemerintah ketika melihat hasil survey dari tim Balai Pengembangan PAUD dan DIKMAS NTT.terkhusus bagi Sekolah TK PAUD dan PKBM swasta yang dengan daya upayanya selama ini berusaha mendidik anak ataupun warga belajar yang putus sekolah meski dalam keterbatasan namun tetap semangat demi membangun daerahnya “, Tutur Elisabeth Tukan Ketua PKBM Watogokok. Ell

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. Pernyataannya jgn kebalikan

    Merdeka belajar yang sedang di gaungkan itu, sdh berakar di Pendidikan nonforml.yang sekarang baru diadopsi oleh sekolah Formal.

    Untuk itu pernyataan yang cocok adalah: Istilah dan praktek merdeka belajar tidak hanya diterapkan di Jalur pendidikan Nonformal saja, melainkankan juga jalur Formal juga harus menerapkan prinsip Mereeka belajar.