Tim LBH CAKRA Temukan Kegiatan Pembangunan Toilet Tidak Sesuai Dengan Gambar Perencanaan.

Teropongindonesianews.com

Situbondo – Musim proyek sudah mulai turun, meski pandemi belum selesai. Banyaknya proyek proyek yang sudah turun perintah kerjanya, baik yang menggunakan sumber anggaran dari APBD Daerah maupun maupun APBN.

Tentunya hal ini membuat para pengusaha pengusaha kontraktor yang sudah mendapat Surat Perintah Kerja, dapat menjalankan dan pengerjakan proyek tersebut.

Proyek proyek yang menggunakan anggaran negara yang bersumber dari uang rakyat ini, yang membuat beberapa lembaga lembaga fungsi kontrol juga ikut mengawasi pengerjaan proyek proyek tersebut.

Seperti halnya yang di sampaikan oleh Taufik atau yang lebih di kenal dengan nama Opek anggota LBH Cakra, yang sangat intens dalam menjalankan fungsi kontrolnya sebagai swadaya masyarakat, mengatakan bahwa sangat wajib dan penting sekali masyarakat mengawasi proyek proyek yang peruntukannya untuk kepentingan masyarakat, supaya tidak di kerjakan asal asalan, karena uang atau anggaran yang di pakai adalah bersumber dari rakyat, ungkap Opek, kepada biro TIN.

Lebih lanjut Opek mengatakan, bahwa dirinya banyak sekali menemukan pengerjaan proyek yang di duga di kerjakan asal asalan tidak sesuai dengan gambar perencanaan nya.

Seperti halnya yang Opek temukan di SDN 2 Perante Kecamatan Asembagus pada 30/9/2021 kemaren.

Dalam Kegiatan proyek pembangunan Toilet SDN Perante 2 ini, di duga tidak sesuai dengan gambar perencanaannya.

Sementara itu sebagai anggota Tim LBH Cakra Opek sudah mengantongi Gambar perencanaan, sehingga bisa menganalisa tehnis kegiatan yang sudah hampir 80% hampir selesai ini.

Lebih lanjut Opek juga menyampaikan kepada kepala tukang yang ketika itu berada di lokasi proyek Toilet tersebut bahwasanya begel di gambar ukuranya 15cm, akan tetapi fakta di lapangan lebih dari 15 cm, Bahkan jarak begel yang perlakukan sampai dengan jarak 19 cm.

Lebih lanjut Opek mengatakan bahwa Ini sangat fatal di karenakan kurangnya fungsi pengawasan dari pelaksana kegiatan di lapangan.
Molen tidak di perlakukan padahal waktu pengarapan pondasi itu harus menggunakan molen sehingga sesuai dengan peruntukanya. Jelas Opek.

Salah satu tenaga kuli membenarkan bahwa tidak pernah menggunakan molen pakek manual, seharusnya pekerja atau tenaga kasar itu mengikuti petunjuk gambar sehinga sesuai dengan spesifikasinya

Opek juga menjelaskan bahwasanya kegiatan tersebut tidak akan sesuai , karena ada dugaan tidak sesuai dengan mekanismenya dan peruntukanya dan perlu di kontrol dan diawasi bersama, pungkas Opek.

(Nofika TIN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *