Pelatihan Fasilitator Persiapan SINODE II, Keuskupan Maumere

Teropongindonesianews.com

Kegiatan pelatiahan, Fasilitator Keuskupan Maumere sebagai langkah persiapan untuk menyukseskan Sinode ke-II keuskupan Maumere, yang bertempat di Wisma Nazeret Nelle. Pada Selasa, 5 Oktober hingga Sabtu, 9 Oktober. Kegiatan ini difasilitasi oleh Puspas Keuskupan Maumere.

Romo Yoris Role, Puspas diawal kegiatan ini menyampaikan rencana kegiatan yang dibuat sejak hari pertama mulai dari pagi puku 08.00 WIT, setelah cek ini, hingga pukul 22.00 WIT. Sekertartis puspas itu, menyampaikan kegiatan ini cukup padat dan ia berharap semua peserta bisa relakas untuk menerima dan menerapkan materi.

Mengingat padatnya kegiatan ini maka, pihaknya sudah memnyipakan lokasi penginapan untuk para peserta. Dirinya menuturkan bahwa kegiatan ini selain materi yang diberikan oleh nara sumber, juga akan diadakan pelatihan atau try out bagi seluruh peserta.

Direktur Keuskupan Maumere, Rm. Yohanes Eo Towa, dalam sambutan pembukanya menyapaikan bahwa kegitan pelatihan ini adalah Sesi ke- II, sedangkan sesi pertama adalah para pastor paroki dari 30 Paroki di Keuskupan Maumere.

Dirinya menyampaikan bahwa kegiatan hari ini merupakan keputusan dari para pastor paroki pada sesi pertama. Mengingat kegiatan ini sangat penting untuk menyukseskan sinode Kesukupan Maumere.

Ia berharap semua peserta yang hadir bisa dengan serius mengikuti pelatihan ini sehingga mendapatakan bekal yang cukup untuk dibawa pulang ke paroki masing-masing.

Proses pelatihan ini, dipimpin langsung oleh Pater Huber Thomas Hasulie, SVD. Yang diikuti oleh 62 peserta, yang masing-masing berasal dari 28 paroki definitif dan 2 paroki kuasi

Sebagai pengantar awal, P. Huber Thomas Hasulie, menyampaikan bahwa, kita ada dua tingkat Sinode, mulai dua tahap yaitu sinode Basis dan diteruakan ke sinode paroki dan diteruskan ke Keuskupan.

Pelatihan fasilitator sinode komunitas dalam rangka sinode II Keuskupan Maumere yang dipimpin oleh Dosen pascaserjana STFK Ledalero itu, berharap para peserta dapat bermutuh, dan memahami perkembangan pastoral yang dikembangkan di keuskupan Maumere dan khususnya di parokinya masing-masing.

Leibh dari itu, memiliki wawasan yang lebih luas dalam memfasitasi sinode Keuskupan Maumere. Menurtunya hal yang paling penting adalah melakuakan pertemuan faktual di Komunitas masing-masing dengan menggali dan menemukan beragam masalah sosial yang ada.

Dengan demikian dijadikan rangkuman sebagai penilain perkembangan pastoral. Pada akhirnya akan dijadikan Rencana strategi Pastoral (RENSTRA).

Dirinya sempat mengungkapkan satu pernyatan yang menantang para peserta yang hadir yakni” Apakah Anda berpikir bahwa hidup ini lebih penting adalah doa” ?

Pertanyan sok terapi yang menggugat peserta ini, dengan maksud bukan menyepelekan doa, melainkan menurtnya doa harus mampuh mengeluarkan manusia, umat dalam meretas persoalan-persoalan hidup yang sedang menggerogoti umat.

Pastor, berdara Halehebin, Sikka itu berharap umat bisa mengambil bagian aktif dalam karya Allah untuk membebasakan manusia dari penindasan, dengan demikian pastoral kita mesti menjadi pastoral yang membebasakan bukan menindas. tegasnya.!

Dengan demikian Republik Allah mengalaimi kebasan dan keselamatanya yang nyata dalam kehidupan, sebagimana ditegaskan dalam misi Yesus Kristus.

Hadir dalam kegiatan ini yakni staf Puspas Keuskupan Maumere, Romo Yohanes Eo Tawo, Rm Yoris dan staf puspasa lainya, serta 58 utusan dari paroki sekeuskupan Maumere.

Adeo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *