GANJAR PRANOWO:CALON PEMIMPIN IDEOLOGIS?

Teropongindonesianews.com

Gonjang-ganjing percaturan politik dan pro-kontra pencalonan Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024, mengingatkan saya ketika ibu Megawati Soekarno Puteri memutuskan mengalihkan dukungan ke figur yang bukan dari PDI-P ketika Pilgub NTT beberapa tahun lalu.

Muncul beberapa pertanyaan saat itu, antara lain: Figur calon pemimpin seperti apakah yang dikehendaki Pimpinan Umum PDI-P, Ibu Megawati Soekarno Puteri? Tegakah ibu Megawati meninggalkan kader yang berdarah-darah  membesarkan partainya? Apakah tidak ada kader mumpuni di partai berlambang banteng moncong putih itu?

Kuat keyakinan bahwa ibu Megawati Soekarno Puteri memiliki pertimbangan yang matang dan rasional. Ia tidak terjebak pada pertimbangan calon pemimpin buah kandung partainya sendiri atau putera/puteri mahkota alias lingkaran keluarganya. Ia juga tidak alergi apalagi  menganggap “anak haram” kader di luar parpolnya.

Kebesaran jiwa dan kebijaksanaan seorang ibu yang nasionalis dan ideologis dipertontonkan ke ruang publik NTT kala itu. Kepekaan mendengar dan merasakan hangat dan derasnya aspirasi sebagian besar rakyat NTT (berdasarkan survey para pakar saat itu) mempertegas  komitmen nasionalis dan ideologis partainya walaupun jagoan itu akhirnya harus berada di balik jeruji besi.

Pilihan dijatuhkan kepada yang lain (MS, calon di luar partai) saat itu, meyakinkan kita bahwa  prioritas pilihan ibu Megawati lebih pada putera atau calon pemimpin ideologis.

Jadi mereka yang memiliki rekam jejak mumpuni dan berdasarkan survey mampu membumikan ideologi Pancasila dan berdarah-darah memperjuangkan kepentingan rakyat menjadi prioritas pilihan.

Bukan saja mereka yang berdarah-darah membesarkan partainya. Konggres PDI-P  2010 di Sanur-Bali menegaskan bahwa yang diakomodir dalam kepemimpinan bukan hanya persoalan putera/puteri mahkota atau anak kandung partai tapi juga putera ideologis.

Artinya sejauh ideologi sang proklamator diimplementasi oleh siapapun politisi, maka dia berhak atas kepemimpinan.

Lalu, apakah Ganjar calon pemimpin ideologis? Apakah ia juga telah berdarah-darah untuk partainya, PDI-P? Apakah Ganjar juga telah membumikan ideology sang proklamator dan berdarah-darah memperjuangkan kepentingan rakyat selama masa kepemimpinannya di Jawa Tengah? Masyarakat tentu bisa melihat dan merasakannya. Tapi jawaban dan keputusannya ada di ketua umum partai, ibu Megawati Soekarno Puteri.

Ganjar bisa saja dinilai sebagai politisi partai yang mampu membumikan pola kepemimpinan yang ideologis walaupun secara biologis Ganjar bukan keluarga sang proklamator, presiden Soekarno.

Fenomena dukungan yang mengalir terhadapnya akhir-akhir ini dengan adanya berbagai deklarasi relawan Ganjar bisa juga menjadi indikasi bahwa Ganjar pantas dipertimbangkan ketua umumnya, ibu Megawati Soekarno Puteri.

Putera-puteri ideologis yakni mereka yang memiliki rekam  jejak mumpuni, mampu membumikan ideologi Pancasila dan berdarah-darah memperjuangkan kepentingan rakyat bisa jadi prioritas pilihan pimpinan.

Ganjar boleh dikatogerikan sebagai pemimpin yang sudah teruji di bidang pemerintahan dan politik. Selama kurang lebih dua periode Ganjar menduduki jabatan sebagai anggota DPR RI maupun sebagai Gubernur Jawa Tengah. Ia telah menunjukan dedikasi dan derma-baktinya kepada partai dan masyarakat Jawa Tengah.

Dimensi terpenting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin politik yaitu kapabilitas dan integritas moral dan kestabilian emosional, juga dimiliki Ganjar. Ia juga sangat visioner, memiliki kemampuan memimpin dengan gaya kepemimpinan yang apa adanya/sederhana.

Lihat, ketika ia berada di Papua saat PON XX. Kemampuan menangani dan menyelesaikan persoalan dan komunikasi politiknya juga  cukup baik dalam kepemimpinannya di Jawa Tengah. Karena itu Ganjar dipercayakan masyarakat Jawa Tengah hingga dua periode.

Secara rasional dan akademis, Ganjar patut dipertimbangkan.  Tiga lembaga survei nasional merilis hasil survei terbaru tentang siapa sosok yang pantas menjadi calon presiden 2024. Ketiga lembaga survei nasional tersebut yaitu Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Charta Politika Indonesia, dan Indikator Politik Indonesia.

Hasilnya Ganjar menempati urutan ketiga bahkan kedua sebagai sosok yang dipilih masyarakat bisa masuk bursa Calon Presiden 2024 setelah nama besar lainnya yaitu Jokowi dan Prabowo .

Dari survei SMRC, nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menempati urutan ketiga setelah Jokowi dan Prabowo. Survei yang dilakukan SMRC pada 28 Februari – 8 Maret 2021 dengan melibatkan 1.064 responden yang dipilih secara random (acak) dan diwawancara secara tatap muka dengan margin of error penelitian adalah ± 3,07% itu, Ganjar memperolah 6.1%. di bawah Jokowi (15,2%) dan Prabowo (13,4%).

Dalam format pertanyaan semi terbuka juga, Ganjar Pranowo meraih peringkat ketiga (8,8%) di bawah Prabowo dan Anis Baswedan. Dan dalam simulasi pilihan tertutup terhadap 15 nama,  Ganjar Pranowo juga meraih urutan ketiga (12%), setelah Prabowo dan Anis Baswedan.

Pada survei yang dilakukan Charta Politika Indonesia, nama Ganjar Pranowo menempati urutan kedua. Ganjar mampu mengalahkan 17 nama beken lainnya yang masuk dalam bursa capres 2024. Survei yang dilakukan pada 20-24 Maret 2021 dengan metode sampling pengacakan sistematis sebanyak 1.200 responden,  toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan pemilihan presiden simulasi 12 nama, Ganjar  Pranowo meraih 16,0%

Demikian juga Lembaga survei Indikator Politik Indonesia yang berasal dari suara milenial, justeru Prabowo dikalahkan oleh Ganjar dan Anies Baswedan. Ganjar menempati urutan kedua setelah Anis Baswedan. Survei yang digelar pada 4-10 Maret dengan total 1.200 responden warga negara Indonesia berusia 17-21 tersebut, Ganjar juga menempati urutan kedua. Dari 17 nama, Gubernur Jawa Tengah itu mendapat 13,7% setelah Gubernur DKI Jakarta (15,2%).

Ketika kita merujuk pada survey-survey di atas, maka hasil tersebut menunjukkan bahwa Ganjar telah  terbukti secara resional dan akademis sebagai calon pemimpin alternative masa depan yang kompetitif.

Kini ia memiliki kesempatan untuk didukung dan dipertimbangkan menaiki anak tangga dari Gubernur Jawa Tengah menjadi sebagai Kandidat Indonesia atau RI-1. Karena itu Ganjar mesti dipertimbangkan oleh pimpinan Parpol sebagai salah satu Capres dalam perhelatan hajatan demokrasi 2024 nanti.

Jika ideologi dipahami sebagai alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat (Karl Marx), maka Ganjar telah membuktikan itu. Minimal dia juga telah ber-“darah-darah” selama kepemimpinannya di Jawa Tengah bersama rakyat yang dipimpinnya selama kurang lebih dua perode. Ia telah berjuang bersama rakyat untuk mencapai kesejahteraan dan kesetaraan.

Karena itu ia pantas dipilih para responden dalam survey dan itu terbukti secara rasional dan akademis untuk dipertimbangkan menjadi calon alternatif pilihan masyarakat Indonesia dalam Pilpres 2024 mendatang. Deklarasi para simpatisan dan dukungan masyarakat yang makin meluas bukan tidak mungkin menjadi indikasi Ganjar adalah Capres Ideologis yang sudah terbukti.

Karena itu hemat saya, Ganjar adalah salah satu calon pemimpin ideologis. Ia tidak saja memproklamirkan Ideologi tertentu (Pancasila) kepada masyarakat dan berdarah-darah memperjuangkan kepentingan partainya tapi juga membumikan Ideology Pancasila dan visi-misi partai dalam praksis politik dan demokrasi bersama rakyat dan mampu membebaskan masyarakat dari cengkraman kemiskinan, ketidakadilan, keterbelakangan di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan dan keterbelakangan infrastruktur.

Dan itu ditunjukkan dan dibuktikan dalam perjuangannya bukan hanya bersama rakyat tapi ber-“darah-darah” demi kepentingan rakyat.

Dionisius Ngeta.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *