SKB Larantuka Mulai Dari Paket:A/B/C Melaksanakan Pembelajaran Berbasis Life Skill/Pembelajaran Keterampilan Hidup,

Teropongindonesianews.com

Bangsa yang maju adalah Bangsa yang menomorsatukan bidang Pendidikan.Pendidikan patut diperjuangkan karena dengan Pendidikan ,keadilan dan kesetaraan bisa terwujud.

Kalimat yang singkat ini patut dijadikan semboyan bagi para pejuang pendidikan baik formal maupun non formal.

Kata” Pa Wili Wangga” selaku Kepala SKB Larantuka ketika bertemu tim Teropongindonesianews.com di Ruang kerjanya.

 

Pa Wili sapaan akrabnya, menerima saya dengan senyuman khas mengawali bincang -bincang singkat kami siang tadi.

Hari ini tepatnya di hari Kamis yang manis ,tanggal 21 Oktober 2021 Warga belajar SKB atau Sanggar Kegiatan Belajar Larantuka yang terdiri dari Paket A ,Paket B dan Paket C bersama para tutor nya melaksanakan pembelajaran berbasis Life Skill atau pembelajaran ketrampilan hidup.

Disini para warga belajar dengan beragam usia mengikuti semua petunjuk teknis yang disampaikan tutor mereka.

Dalam hal ini tutor ketrampilan menjahit ,menganyam ,menyulam,bermain musik ,teknik mengelas.

Saya begitu takjub dan bangga melihat semua kegiatan ini.para tutor di masing-masing jenjang dengan penuh sabar memberikan penjelasan kepada peserta yang dengan semangatnya ingin mencari tahu meski dalam keadaan suhu Kota Larantuka yang hari ini begitu panasnya.

Menurut Pa Wili, kegiatan ini dilaksanakan setiap hari kamis dan sudah berlangsung selama kurang lebih 6 tahun.

Para tutor dengan latar belakang pendidikan yang beragam telah membuktikan kemampuan mereka dalam membimbing warga belajar SKB Larantuka.

Gaya pembelajaran juga harus disesuaikan dengan usia dan kematangan pribadi setiap warga belajar.

Berbagai teknik pembelajaran diterapkan guna memberikan dampak yang baik bagi perkembangan sikap,pengetahuan dan ketrampilan warga belajar.

Hari semakin siang namun semangat dari para warga belajar tak kunjung redup.semua tetap berkonsentrasi dengan pekerjaannya masing-masing.

Meski lelah terasa berjuang di terik siang demi sebuah pencapaian yang pastinya akan bernilai bagi masa depan mereka kelak.

Saya pun berpikir ,bahwa salah jika banyak orang masih memandang dengan sebelah mata terhadap insan pendidikan non formal dalam hal ini tutor pendidikan kesetaraan ataupun peran pamong belajar.

Saya jadinya bertanya pada diri sendiri dan mungkin kepada anda semua,mengapa kesetaraan hadir dan mungkin terus berlanjut? Yah ,mungkin karena pendidikan formal belum bisa dikatakan berhasil.

Karena jika di formal sudah sukses 100 persen maka tidak mungkin ada anak-anak putus sekolah ,tidak mungkin ada yang namanya ulang kelas.

Maka dari itu ,kita tidak boleh saling menyalahkan antara formal dan non formal karena kita adalah satu dalam bingkai dunia pendidikan .tak boleh dianaktirikan para insan pendidikan non formal dan ini fakta.

Saya berharap ,Pemerintah semakin memberikan apresiasi terhadap insan pendidikan non formal seperti, Para tutor di SKB ataupun di PKBM(Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ) juga pada jenis pendidikan non formal lainnya.

Tak terasa hari sudah menjelang petang ,saatnya saya pamit.terimah kasih Pa Wili atas waktunya.

Elizabet

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *