Sejarah Aksara Jawa Pasangan beserta Tujuan Penggunaannya

Teropongindoneaianews.com

Bondowoso – Kini pemerintah sedang gencar-gencarnya menyusun kurikulum yang bertujuan untuk membangkitkan patriotisme dan kecintaan terhadap budaya Indonesia, salah satunya aksara Jawa pasangan di dalam bahasa Jawa, (22/Oktober/2021)

Jika kamu pernah mempelajari bahasa Jawa, maka aksara Jawa pasangan bukan lagi hal asing bagimu. Namun, untuk yang belum pernah atau baru akan mempelajarinya, tentu saja aksara Jawa pasangan masih merupakan hal yang sangat asing.

Sejarah Aksara Jawa
Aksara Jawa diawali saat seorang kesatria hebat asal Jawa bernama Aji Saka beserta Dora dan Sembada, kedua abdinya, melakukan perjalanan ke Kerajaan Medang Kamulan yang dipimpin oleh Prabu Dewata Cengkar yang suka memakan daging manusia. Melihat perilaku yang meresahkan itu, Aji Saka pun ingin melawannya.

Singkat cerita, Aji Saka dan Dora menemui Prabu Dewata Cengkar, sedangkan Sembada diperintahkan untuk menjaga keris pusaka Aji Saka di hutan.

Kemudian Aji Saka menawarkan dirinya sebagai persembahkan untuk dimakan dengan syarat pemberian tanah kerajaan seluas sorban Aji Saka.

Sang Raja pun setuju, tetapi segera tewas karena sorban panjang milik Aji Saka melemparkannya ke tengah laut saat mengukur tanah. Aji Saka akhirnya menjadi raja dan meminta mengutus Dora untuk mengambil kerisnya di hutan.

Dora langsung menemui Smebada untuk mengambilnya, tetapi Sembada ingat pesan Aji Saka bahwa keris itu tidak boleh diambil siapa pun kecuali dirinya sendiri.

Demi menjaga amanah Aji Saka, mereka berdua bertempur habis-habisan dan sama-sama tewas karena kesaktian yang seimbang.

Untuk menghormati kesetiaan kedua abdinya itu, Aji Saka membuat barisan aksara ini:

Ha Na Ca Ra Ka, yang berarti ada dua orang utusan

Da Ta Sa Wa La, yang berarti saling bertempur mempertahankan amanah

Pa Dha Ja Ya Nya, yang artinya karena sama tingkat kesaktiannya

Ma Ga Ba Ta Nga, yang artinya maka keduanya mati dan menjadi bathang (mayat)

Aksara Jawa Pasangan
Berdasarkan buku Mengenal Aksara Jawa dengan Metode AMBAR, Estu Pitarto, (2018:17), pasangan di dalam aksara Jawa adalah simbol yang dipakai untuk mematikan huruf vokal dari aksara carakan, yang merupakan aksara dasar di dalam bahasa Jawa. Hal ini dikarenakan penulisan bahasa Jawa tidak mengenal spasi.

Setiap aksara dasar alias carakan memiliki pasangan yang berbeda. Terdapat 20 suku kata di dalam aksara Jawa, yakni: Ha, Na, Ca, Ra, Ka, Da, Ta, Sa, Wa, La, Pa, Dha, Ja, Ya, Nya, Ma, Ga, Ba, Tha, dan Nga. Ini berarti ada 20 jenis pasangan yang digunakan di dalam bahasa Jawa.

Kedua puluh pasangan itu mempunyai bentuk, letak, dan cara penulisan yang berbeda-beda. Pasangan hanya boleh diletakkan di tengah kata atau kalimat dengan penulisan dari kiri ke kanan.

Manfaat Aksara Jawa Pasangan
Aksara Jawa Pasangan digunakan untuk menyusun kata dan kalimat yang kata terakhirnya tidak menggunakan huruf vokal. Jadi, simbol pasangan di dalam aksara Jawa digunakan untuk menuliskan huruf konsonan, yang berasal dari suku kata dasar, yakni: H, N, C, E, K, D, T, S, L, P, Dh, J, Y, Ny, M, G, B, Th, dan Ng.

Tak hanya itu, aksara Jawa pasangan juga berfungsi untuk menghubungkan 2 suku kata tertutup. Karena itulah, huruf vokal dari kata yang diikuti simbol pasangan akan hilang dan menjadi konsonan, seperti ‘Ka’ jadi dibaca ‘K’ saja.

Setelah mengetahui sejarah dan manfaat aksara Jawa pasangan, apakah kamu semakin tertarik untuk mempelajarinya?

(A. Fadli, S.Pd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *