Lapas IIA Pamekasan Gelas Apel Pagi Dalam Menyambut Hari Dharma Karya Dhika

Teropongindonesianews.com

Pamekasan- Dalam rangka menyambut Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) ke 76 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Pamekasan menggelar Apel pagi di halaman lobi Lapas Pamekasan 25/10/2021.

Dalam sambutannya Hanafi Klapas Klas II A Pamekasan mengatakan Insan Pemasyarakatan di Indonesia tidak lama lagi akan memperingati Hari Dharma Karya Dhika atau sering disingkat HDKD pada tanggal 30 Oktober Tahun 2021.

HDKD tahun ini mengusung Tema ”Semakin PASTI”. Sebuah tema sederhana namun secara implementasi membutuhkan tekad, kemauan dan perjuangan untuk mewujudkannya.

“Hal ini sudah tentu menimbulkan konsekuensi bagi setiap Petugas Pemasyarakatan untuk senantiasa merefleksi diri agar mengetahui kekurangan yang dimiliki untuk kemudian dirubah melalui pembangunan sikap mental dan perilaku,”paparnya

Menurutnya, harapan seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, oleh sebab itu agar terpenuhi harapan yang menjadi tujuan organisasi.

“Maka diperlukan adanya keberanian untuk merubah suatu kenyataan meskipun itu betarti harus keluar dari zona nyaman dengan berpegang pada empat prinsip utama yakni Cinta, Kebijaksanaan, Refleksi diri, dan Kemajuan,”tegasnya

“Tidak ada manusia yang sempurna, termasuk petugas pemasyarakatan, akan tetapi dengan upaya pengembangan diri dan perbaikan mental sebagai ASN harus dilakukan secara berkesinambungan,”terangnya

Hanafi mengungkapkan Jika hal tersebut dapat terwujud bukan hal yang mustahil bahwa Pemasyarakatan Yang ‘Semakin PASTI’ akan dapat terwujud dengan beberapa indikasi yang secara kasat mata dapat dilihat melalui Peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan.

Kementerian Hukum Dan HAM RI beserta seluruh komponennya sedang berbenah dalam rangka mewujudkan pelayanan prima dan terbaik bagi masyarakat.

Sementara terkait berkurang atau Zero nya petugas dan UPT PAS yang terkena permasalahan mengenai NARKOBA serta telah terinternalisasi budaya kerja dan budaya pelayanan prima pada setiap diri petugas pemasyarakatan.

“Meskipun dalam pelaksanaan tugas kita masih sering terkendala dengan permasalahan Klasik khususnya di Lapas atau Rutan yakni OVERKAPASITAS,”pungkasnya.

(Sg)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *