Jember Status Waspada, Polres Jember Percepat Mitigasi Daerah Rawan Bencana dan Kesiapsiagaan Masyarakat

Teropongindonesianews.com

JEMBER – AKP Eko Basuki, Kasat Samapta Polres Jember akan melakukan percepatan penanganan daerah rawan bencana, dengan menggandang instansi-instansi terkait. Hal itu diungkapkan saat rapat koordinasi dengan Tim Kebencanaan di Mapolres Jember (06/11/2021) .

“Mitigasi berupa reboisasi lahan akan kami percepat. Total 5.000 pohon akan di tanam di Desa Sanenrejo Kecamatan Tempurejo dalam waktu dekat,” katanya.

Polisi kelahiran Kabupaten Besuki ini lantas mengatakan, berdasarkan hasil pemetaan wilayah dan hasil survey ada 3 agenda yang telah tersusun di ataranya adalah Reboisasi, Normalisasi Sungai dan Simulasi bencana.

“Atas amanat dari  Kapolres, kami menetapkan 3 Lokasi yang menjadi sasaran  yaitu reboisasi di Desa Sanenrejo kecamatan Tempurejo, Normalisasi Kali Sanen berupa pengerukan sungai di Kecamatan Tempurejo dan Simulasi Kebencanaan di Kalijompo Kecamatan Sukorambi,” jelasnya.

Dirinya tidak menginginkan persoalan tahunan tentang banjir dan tanah longsor menjadi momok masyarakat sehingga berdampak pada ekonomi masyarakat terlebih di situasi pandemi sekarang ini.

“Dari data hasil survei 9 wilayah, yaitu Panti, Arjasa, Sukorambi, Jelbuk, Patrang, Sumberbaru, Tanggul, Silo dan Bangsalsari ada 1 willayah skala prioritas yaitu Tempurejo,” ulasnya.

Menurut Eko, Tempurejo mempunyai tingkat kerawanan yang sangat tinggi. Pasalnya, kawasan tersebut menjadi hilir dari kawasan  Meru Betiri.

“Bisa kita minimalisir, dengan 2 langkah mitigasi yaitu Reboesasi dan Normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan, kita akan dorong instansi terkait untuk melakukan upaya tersebut,”katanya.

Dirinya berharap para pemangku kebijakan dan masyarakat saling bergotong-royong agar wilayah yang telah di petakan menjadi skala prioritas dalam mitigasi kebencanaan.

Santoso-Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *