Presiden Joko Widodo Lantik Mayor Jenderal TNI Suharyanto Menjadi Kepala BNPB

Teropongindonesianews.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melantik Mayor Jenderal TNI Suharyanto sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pelantikan tersebut akan dilakukan berbarengan dengan Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai panglima TNI di Istana Negara, Jakarta, Rabu(17/11/21).

“Betul akan dilantik Pak Suharyanto sebagai Kepala BNPB,” kata Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono kepada awak media Rabu (17/11/21).

Heru menjelaskan Suharyanto dilantik menggantikan Ganip Warsito lantaran memasuki masa pensiun.

Untuk diketahui menurut profil dan biodata Ganip Warsito, perwira tinggi TNI AD itu lahir di Magelang, Jawa Tengah pada tanggal 23 November 1963.

“Kan memasuki pensiun,” ungkap Heru.

Pelatikan pun akan dimulai sekitar pukul 13.30 Wib. Pelantikan akan dilaksanakan beriringan mulai dari pelantikan Andika Perkasa sebagai panglima, Dudung sebagai Kasad, hingga para dubes.

Untuk diketahui Mayor Jenderal TNI Suharyanto adalah sekretaris militer presiden. Suharyanto kecil lahir di Cimahi pada 8 september 1967.

Sosok ayah yang merupakan anggota TNI AD membuat Suharyanto tumbuh dan berkembang selama di lingkungan asrama TNI.

Suharyanto menjalani masa sekolahnya seperti anak-anak pada umumnya, SD, SMP, dan SMA. Di jenjang SMA inilah SUharyanto mulai berkeinginan untuk mengikuti jejak ayahnya sebagai anggota TNI.

Setelah lulus SMA, Suharyanto mendaftarkan diri ke akademi militer. Ia kemudian melakukan tes dan langsung diterima di akademi militer di Magelang. Sejak saat itu, Suharyanto mulai meniti karir sebagai pengabdi keamanan negara. Ia pun berhasil lulus akademi militer tersebut di tahun 1989.

Ia kemudian mengikuti penugasan pertamanya di Kalimantan selama kurang lebih 9 tahun. Di saat-saat itu ia juga sempat melaksanakan tugas operasi di Timor Timur.

Pada tahun 1999 ia mendapat kesempatan untuk sekolah lanjutan perwira di Bandung. Ia kemudian ditugaskan di Bandung dan juga melaksanakan sekolah staff dan komando.

Pada tahun 2003, ia ditugaskan di Jawa Timur selama kurang lebih 7 tahun dengan menjabat sebagai komando batalyon hingga komando Kodim.

Pada tahun 2010 hingga 2011, ia bekerja di Mabes AD sebagai staff pengamanan AD. Pada 2012, ia bertugas di Setmilpres sebagai kepala bagian pembinaan personel dan kemudian dipindah ke bagian kepala penelitian dan pengamanan khusus.

Pada tahun 2013, ia kembali menjalankan pendidikan di sekolah staff dan komando TNI sebelum akhirnya kembali bertugas di Mabes AD.

Setelah itu, pada tahun 2016 ia mulai masuk ke dalam Badan Intelejen Negara dan menjadi Kasdam Jaya untuk tahun 2018-2019.

Penulis:TG

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *