Wae Musur , Jembatan Rakitan Nyawa kami Terancam

Teropongindonesianews.com

Jembatan merupakan struktur yang dibuat untuk menyeberangi jurang atau rintangan seperti sungai.

Jembatan juga merupakan bagian dari infrastruktur transportasi darat yang sangat vital dalam aliran perjalanan ( traffic flows)

Hasil pantau media TeropongIndonesiaNews minggu 21 November 2021 keadaan jembatan wae mususr saat ini sangat menyedihkan sementara jembatan ini bagian dari kebutuhan yang sangat vital oleh masyrakat setempat atau pemanfaat jalan.

Dan ini merupakan tanggung jawab penyelenggara jalan termasuk meberikan perhatian dan perbaikan terhadap jalan yang rusak. dalam hal ini pemerintah pusat mau pun pemerintah daerah.

S S salah satu warga setempat mengaku dan megeluh terkait keadaan jembatan wae musur yang saat ini sangat terancam nyawa bagi pengguna atau pemanfaat.

Karena jembatan ini menghubungan 3 wilayah Desa, diantarnaya: Desa satar lahing, Desa lalang dan Desa torok golo. Dari tiga wilyah desa ini hampir semunya daerah hasil kemiri dan hasil bumi lainnya, sayangnya hasil itu kami harus pikul menyerbrang sungai, tetapi kalau hujan deras di ruteng kami tdk bisa nyebrang karena derasnya air.

Sementara disisi lain kebutuhan ekonomi kami sangat mendesak tetapi apa daya dengan keadaan jembatan seperti ini.

Saat ini kami seakan akan sedang dipasung , bukan hanya jembatan pak , jalan kami juga rusak total, bahkan ada yang tidak pernah disentuh oleh aspal jadi kalau kami ke ibu kota kabupaten kami harus keluar biaya untuk sewa saudara kita yang membantu kami untuk nyebrang di wae musur, dan biaya satu kali nyebrang 10.000 Jadi Kalau ada keluarga atau pasien yang rujuk dari puskesmas ke rumah sskit umum kami hanya pasrah menanti datangnya mujizat karna tdk ada jalan lain untuk kami nyebrang.saat ini kami rindu diperhatikan pak,sampai kapan kami harus mengalami seperti ini.

Kami tidak tau , ini jalan kabupaten, atau jalan provinsi tetapi intinya kami butuh jalan yang bagus dan layak seperti kampung lain di wilayah manggarai ini.

Saat yang sama media TIN minta konfirmasi dari salah satu bapak yang bantu penyebarang itu , ia pun mengaku musim hujan begini kami bisa mendapat untung sekitar 500 sampai 700 per hari
Karena satu jali nyebrang 10 000 bagi pengendara roda dua, sedangkan saudara kita yg jalan kaki tidak dipungut biaya.

Biaya itu kami melalui kesepakatan dgn pemanfaat, karena kami rakit jembatan sederhana dari bambu dan kayu.

Susillo Hermanus

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *