Dilaporkan Warganya Terkait Dugaan Pemalsuan Surat Tanah

Teropongindonesianews.com

Kasus dugaan pemalsuan surat atas tanah milik Asmawi warga Desa Kebunan, Kecamatan Kota Sumenep, yang dilaporkan ke Polres Sumenep beberapa bulan yang lalu saat ini memasuki tahap pemeriksaan saksi-saksi oleh penyidik.

Saat media ini konfirmasi kepada Asmawi melalui Kuasa Hukumnya, yakni Ach. Supyadi, SH., MH. diperoleh penjelasan bahwasanya penyidik sudah memeriksa semua saksi yang diajukan pelapor, bahkan penyidik juga sudah melakukan penyitaan terhadap berkas terlapor Abdurrahman (Mantan Kades Kebunan) yang diajukan sertifikat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sumenep, selain itu penyidik juga sudah memanggil saksi yang disebut oleh terlapor.

“Saksi pelapor semua sudah diperiksa oleh penyidik, berkas terlapor yang diajukan sertipikat ke BPN sudah disita penyidik, juga saksi yang disebut terlapor sudah dipanggil semua, tapi ada yang tidak hadir” Jelasnya. Senin (22-11-2021)

Masih kata supyadi, perkembangan terahir yang dirinya dengar, dalam waktu dekat penyidik akan berkoordinasi dengan pimpinan polres Sumenep agar nantinya bisa mendatangkan pihak BPN bagian pengukuran.

“Penyidik mengatakan akan kordinasi terlebih dahulu sama pimpinan di Polres Sumenep agar bisa ngundang BPN bagian pengukuran”, pungkasnya.

Sementara itu, terlapor Abdurrahman yang diduga memalsukan data tanah milik asmawi saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya mengaku masih belum tahu perkembangan terkait kasus tersebut.

“Tak oneng, Manabi kasusnya yang diadukan Asmawi kan tanahnya sudah habis, Mon kaule memang menyerobot atau memalsukan data kan kaule e okom, (gak tau, kalau kasusnya yang diadukan asmawi kan tanahnya sudah habis, kalau saya memang menyerobot atau memalsukan data kan saya di hukum,” Terangnya singkat.

Diberitakan sebelumnya, Abdurrahman mantan Kades Kebunan, Kecamatan Kota Sumenep, dilaporkan warganya atas dugaan tindak pidana pemalsuan surat atas tanah milik asmawi warga setempat dengan bukti lapor Lp-B/77/lll/Res.1.9/2021/RESKRIM/SPKT POLRES SUMENEP.

Laporan polisi itu dilakukan akibat buntut dari kekecewaan asmawi karena tanah warisan miliknya diduga ada pihak lain yang berusaha merebutnya.

Menurut kuasa hukum asmawi, kliennya mau mengajukan permohonan sertifikat ke BPN Sumenep, namun dia tidak diberi tanda tangan oleh pihak Kepala Desa Kebunan. Dengan alasan karena sebelumnya telah ada masyarakat yang mendaftarkan tanah tersebut.

Usut punya usut Saat melakukan penelusuran ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumenep, Informasi yang diterima dari BPN, didapati bahwa tanah yang dikuasainya selama turun temurun dari sejak dulu, kini telah ada pihak lain yang berusaha merebut tanahnya secara diam-diam dengan cara mengajukan permohonan pengakuan hak atas objek tanah milik kliennya ke Badan Pertanahan Nasional Sumenep.

“Saat kami mau lakukan pendaftaran permohonan hak di BPN. Menurut keterangan petugas bahwa tanah itu sudah ada yang mendaftar sertifikat, dan ada surat keterangan pengakuan hak atas nama Abdurrahman mantan Kades Kebunan, ” Terang Supyadi.

Supyadi juga mengungkapkan, kalau tanah milik kliennya itu saat ini prosesnya di BPN sudah muncul surat ukur, bahkan sudah hampir mau terbit sertifikat cuma tinggal nunggu tanda tangan kepala kantor BPN.

“Untung saja kami dengan cepat mengetahui kejadian itu, hingga akhirnya kami langsung lakukan pemblokiran terhadap penerbitan sertifikat selanjutnya, ” Tuturnya.

Penulis: Dimin/ tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *