
Teropongindonesianews.com
Bondowoso – Guru Ngaji yang sudah di programkan oleh Pemkab Bondowoso yang tentunya atas persetujuan Para Anggota DPRD Bondowoso ternyata masih saja ada dugaan Politik danada yang berakhir dengan tidak jelas, padahal secara jelas pula bahwa Guru Ngaji adalah seseorang yang memiliki niat yang sangat mulia dan benar – benar di pikirkan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso dengan memberikan “Santunan” yang kalau di ukur dengan Tugas Pokok dan Fungsinya sangatlah tidak sepadan, hanya saja sayangnya hal ini di duga di gunakan oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab dan bermain dalam permainan Politik.

Hal ini di sampaikan oleh Hartono salah satu Aktivis yang selama ini selalu menyimak Cara kerja Pmberian Santunan atau bantuan pada apara Guru Ngaji sekabupaten Bondowoso.
Hasil Konfirmasi Tim Media Teropong indonesia news terkait dengan ramainya satu nama salah seorang Guru ngaji atas nama Haji Sobri Jurang sapi yang di CORET oleh seseorang yang sampai dengan saat ini tidak di ketahui siapa melakukan Tindakan pencoretan itu.
Informasi yang segera di tindak lanjuti oleh Tim Media TIN memperoleh keterangan bahwa yang bertanggung jawab, awalnya masalah pendataan di lakukan oleh Sas, dan sudah mendapatkan Rekening yang memang suatu tanda bahwa Guru ngaji yang akan mendapatkan Santunan tersebut di beri Rekening yang nantinya dana akan di kirimkan langsung pada pihak bersangkutan ( Guru Ngaji – Red).

Sas saat di hubungi via WA dan Telpon celluler mengatakan bahwa dirinya juga tidak tahu menahu tentang di coretnya Nama Haji Sobri tersebut dan di suruh tanya pada Ustad Hazen Warga Jatian.
Ustad Hazen saat di hubungi oleh Tim Media TIN mengatakan bahwa dirinya juga tidak tahu, karena sebagai Kordes dirinya tidak berhak untuk mengatur mulai dari mendata dan atau mencoret, karena yang mendata itu menurut keterangan Ustad Hazen adalah Tugas Dari Kepala Desa pada Sas.
Hal. Ini di benarkan juga oleh Ustad Nasir Ketua Perguji saat di Hubungi oleh Tim Media TIN juga mengatakan bahwa yang bertugas adalah pihak Desa, Bukan Kordes ( Koordinator Desa – Red ) .
Sementara dari semua keterangan yang tidak menyebutkan siapa yang bertanggung jawab dalam hal pencoretan di ambil kesimpulan oleh Hartono bahwa semua ini di duga permainan Politik kecil, sangat tidak bagus dan sangat memalukan, “cara kerja bagaimana itu, koq dana untuk guru ngaji di buat main – main”, ujarnya.
Sementara Haji Sobri selalu Penerima Manfaat juga kecewa, bukan karena tidak menerima tapi cara yang tidak masuk akal itulah yang menjadikan dirinya tidak Terima, “Kalau memang tidak di beri dari awal juga gak masalah, tapi bukan dengan cara seperti ini”, Jelasnya, di tambahkannya lagi bahwa dirinya dari awal juga sudah menyimak, siapa yang mendata, kemudian siapa yang mencoret. Bersambung YUL




