
Teropongindonesianews.com
Maumere – Pemerintah menaruh perhatian yang sangat besar terhadap upaya pencegahan, gangguan tumbuh kembang, stunting melalui peningkatan kesehatan mulai dari remaja selaku cikal bakal keluarga. Perhatian terhadap kesehatan ibu hamil akan melahirkan generasi bangsa, bayi-bayi dan balita yang akan tumbuh menjadi penerus bangsa, Hal ini dikarenakan bahwa masalah stunting bukan hanya pangguan pertumbuhan fisik (bertubuh pendek/kerdil) anak, melainkan juga mengganggu perkembangan otaknya, yang mana tentu sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi disekolah, produktifitas dan kreatifitas di usia-usia produktif. Presiden Joko Widodo, telah mengucurkan dana untuk program pencegahan dan pengobatan masalah stunting bagi anak dan balita melalui dana desa.Pemerintah Desa Bloro-Kecamatan Nita bekerja sama dengan pihak Puskesmas untuk memberikan makanan tambahan bagi bayi dan anak stunting yang berada di wilayah Desa Bloro.

Sisilia Anamaria Weni,A.MK selaku Kepala Puskesmas Pembantu Bloro kepada Crew TIN di ruang kerjanya menuturkan bahwa anak-anak dan bayi di stunting di desa Bloro ada 25 orang yang terdiri dari 0-2 tahun ada 10 anak dan yang berusia 2-5 tahun ada 15 orang. Dan faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting seperti; kekurangan gizi, sanitasi, lingkungan,pola pengasuh.
Lanjut Weni untuk mencegah dan mengobati anak-anak stunting pemerintah desa bekerja sama dengan kami pihak puskesmas untuk memberikan makanan tambahan kepada mereka selama 6 bulan,terhitung dari bulan April sampai bulan September. Setiap bulan setelah pemberian makanan tambahan, anak-anak akan di timbang berat badan dan mengukur tinggi badan. Ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan setiap bulan.
Daniel Desa S.Fil dalam kata sambutan menyampaikan semoga program pemberian makanan tambahan bagi anak-anak diharapkan orang tua harus setia,sabar, dan selalu mengikuti jadwal yang sudah diatur oleh para kader kesehatan untuk mengantar anak makan di Puskesmas. Karena kalau sehari saja tidak membawa anak untuk di puskesmas,maka gizi anak langsung berkurang.jadi harus rutin.
Kegiatan evaluasi pemberian makanan tambahan yang bertempat di Puskesmas pembantu Bloro dilaksanakan pada (Rabu 13/05/2022), dihadiri oleh anak-anak stunting bersama orang tua dan ibu-ibu hamil .tenaga kesehatan desa, Dusun dan anggota BPD dan pemerintah desa. Kegiatan ini diselingi dengan dialog antara orangtua anak stunting,ibu hamil dengan tenaga kesehatan desa. Berdasarkan hasil evaluais masalah kesehatan dan gizi anak stunting mengalami perubahan positip karena berat badan dan tinggi badan bertambah.
Sekretari Desa Teresia Kristina Yulia,S,Pd,mengharapkan dana desa yang sudah diperuntukkan bagi anak-anak stunting harap dipergunakan secara baik sehingga anak-anak kita yang stunting dapat dapat bertumbuh dan berlkembang sehat dan normal.sehingga desa kita menjadi desa bebas stunting.
Diakhir kegiatan evaluasi ini ditutup dengan pemberiaan makan tambahan kepada anak-anak stunting. ( Agus Badjo 70 – Kabiro Sikka )







