
Teropongindonesianews.com
Borong – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Timur (Kakankemenag Matim) Anselmus Panggabean, S.Ag minta jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) se Kabupaten Manggarai Timur terus berbenah guna menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

Hal itu ia sampaikan saat membuka kegiatan Focus Group Discussion atau Diskusi Kelompok Terarah Revitalisasi KUA bagi Kepala dan Operator KUA se Kabupaten Manggarai Timur, Senin (23/05/2022) di aula Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al Hidayah Borong, Manggarai Timur.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai timur ini bertujuan menyukseskan salah satu dari tujuh program prioritas Kementerian Agama yaitu Revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA).
“Ubah pola pikir dan pola kerja kita, tingkatkan disiplin dalam bekerja dan menghargai tanggungjawab sekecil apapun,” kata Anselmus mengawali paparannya.
“Program revitalisasi KUA yang digemakan Kementerian Agama tidak akan berhasil jika sumber daya manusia di KUA tidak mau berubah dan mempertahankan pola-pola lama serta monoton dalam melayani umat,” tegas Kakankemenag Matim.
Ia menyampaikan terdapat empat tujuan strategis dari revitalisasi KUA. Pertama, untuk meningkatkan kualitas umat beragama. Kedua, untuk memperkuat peran KUA dalam mengelola kehidupan keberagamaan. Ketiga, untuk memperkuat program dan layanan keagamaan. Keempat, untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan KUA sebagai pusat layanan keagamaan.
“Revitalisasi KUA meliputi rehab bangunan KUA seperti perubahan layout front office, layout balai nikah dan ruang konsultasi,” urai Anselmus.
“Kemudian yang tak kalah penting adalah penyempurnaan standar pelayanan publik pada KUA Kecamatan, transformasi digital dan penguatan program capacity building terhadap penghulu dan penyuluh,” tambahnya.
Anselmus berharap perubahan diri dan layanan KUA se Kabupaten Manggarai Timur sejalan dengan semangat Transformasi Layanan Umat Kementerian Agama.
“Maksud transformasi layanan adalah model pelayanan kita harus terus berubah ke arah yang lebih baik. Kita ini abdi negara, posisi kita tidak boleh lebih tinggi dari masyarakat yang kita layani,” tegasnya kembali.
Anselmus menjelaskan ada lima transformasi layanan KUA yang harus diperhatikan.
Pertama, KUA menjadi garda terdepan Kementerian Agama dalam pelayanan publik. Sebagai garda terdepan yang paling dekat dengan masyarakat maka KUA merupakan cerminan Kementerian Agama iu sendiri.
Kedua, KUA menjadi pusat layanan keagamaan bagi masyarakat. Ke depannya KUA akan makin luas menjadi pusat layanan keagamaan bagi seluruh agama yang ada di Indonesia.
Ketiga, KUA menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat. KUA turut serta mendorong kemajuan ekonomi umat, misalnya dengan menjadi fasilitator mendatangkan orang-orang atau program kerja bisa membawa perubahan ekonomi masyarakat.
Keempat, KUA menjadi pusat data keagamaan yang dilengkapi dengan sistem deteksi dan respon dini terhadap konflik keagamaan. Data-data di KUA harus lengkap dan valid, serta mampu membaca situasi masyarakat. Ketika ada potensi konflik keagamaan, KUA harus hadir untuk menjadi sumber solusi peredam konflik bukan sebaliknya.
Kelima, KUA menjadi rumah moderasi beragama berbasis komunitas. KUA harus secara berkesinambungan menyuarakan moderasi beragama di kalangan umat, memberi pencerahan kepada mereka bahwa moderasi beragama itu penting untuk menjaga keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bagian akhir, mantan Kepala sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat ini memotivasi jajaran KUA agar tetap semangat melayani umat di tengah keterbatasan sumber daya manusia serta sarana prasarana yang ada.
Kegiatan Diskusi Kelompok Terarah atau Focus Group Discussion Revitalisasi KUA berlangsung selama sehari diikuti 15 peserta dari 5 KUA yang ada di Kabupaten Manggarai Timur.
Turut mendampingi kepala kantor pada acara pembukaan, Kepala Seksi Pendidikan Haji dan Bimas Islam Kan.
Her









