
Teropongindonesianews.com
Situbondo – Selasa, 31/5/2022. Catatan akhir bulan mei kali ini, menyoroti polemik Tari Icon Situbondo yang sejatinya menjadi sebuah kebanggaan masyarakat Situbondo,justru malah menjadi perbincangan yang cukup menarik untuk menjadi kajian kita seluruh elemen masyarakat Situbondo, baik dari kalangan Akademisi, Praktisi seni, pelaku seni dan para pemerhati seni.
Pada tahun 2019 Tari Landhung di Syah kan oleh Bupati Situbondo
Menurut B.Suhariyani, Spd, Kasi Kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Situbondo pada saat di konfirmasi Biro Teropong Indonesia News lewat sambungan WA, mengatakan bahwa Tari Landung (Landhung) merupakan tari masyarakat Situbondo yang telah lahir dan di gali oleh para seniman tari kabupaten Situbondo yang di Motori oleh DKS, tari ini resmi dengan di syahkannya oleh Bupati Situbondo, ungkap Suhariyani Spd yang lebih akrab di panggil Bu Yanik ini..
Setelah di tanya lebih lanjut oleh Biro TIN Situbondo, terkait tari Landung, Apakah Tari Landung ini tergolong Tari Tradisi, Icon, atau Kreasi…?
Dan pengesahan Bupati Situbondo berupa apakah dalam bentuk Perda,Perbub,SK ataukah yang lainnya..?
Sampai berita ini di turunkan pertanyaan Biro TIN Situbondo belum bisa di jawab Oleh B.Suhariyani, Spd Kasi Kesenian Dispendikbud Situbondo.
Dalam perspektif Tari Icon adalah kebiasaan masyarakat yang di aktualisasi kan dalam sebuah gerak tari , yang sudah berlangsung cukup lama terjadi dan berlangsung dalam kehidupan masyarakat dan tidak menyulitkan dalam gerakannya, sehingga mudah di kenal dan di pelajari dan mempunyai ciri khas dan mudah di terima oleh semua unsur masyarakat.
Melihat dari di resmikan nya Tari Landung menjadi Tari Icon Situbondo yang terkesan di Paksakan untuk menjadi sebuah Icon pada tahun 2019, tentunya hal ini harus menjadi Kajian lagi oleh pemerintah kabupaten Situbondo terhadap keberadaan Tari Landhung sebagai Icon tari Situbondo.
Lebih lanjut Biro TIN Situbondo dalam penelusuran nya terhadap pencipta tari Landhung dan sesepuh seniman yang mengatakan bahwa mereka dalam menciptakan Tari landhung, tidak faham apakah itu Icon.
(Agus BiroTIN Situbondo)





