
Teropongindonesianews.com
Situbondo – Gema takbir, tahlil, tahmid di pelataran dan halaman masjid Mujahidin Desa Perante Kecamatan Asembagus berkumandang dari terbenamnya matahari hingga sebelum pelaksanaan Sholat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1443 H, yang bertepatan dengan hari Sabtu 9 Juli 2022.
Ratusan jamaah sholat idul adha memadati Halaman masjid Mujahidin Perante.
Di iringi lantunan Takbir , Tahlil, Tahmid seluruh jamaah menempati shafnya dengan sangat rapi dan tertib.
Hadir sebagai Khotib yang sekaligus menjadi Imam Sholat Idul Adha 1443 H, adalah Ust.Muhammad LA’IQ, M.pd yang juga sebagai pengasuh Panti Asuhan Tunas Melati, Pokaan Kapongan.
Dalam ceramahnya di hadapan jamaah sholat Id , Ust.Muhammad LA’IQ, M.pd dalam penyampaian nya mengatakan bahwa pentingnya peran orang tua dalam mendidik dan mengarahkan pendidikan putra dan putrinya ke arah ketauhidan sebagaimana yang di contohkan oleh Nabiyullah Ibrahim, as beserta putranya yang bernama Nabiyullah Ismail, as. Hubungan interaksi sosial dan komunikasi yang di bangun oleh Baginda Nabi Ibrahim,as dengan Nabi Ismail, as adalah betul betul menjadi sebuah pembelajaran dan menjadi sebuah risalah yang sangat berharga bagi kita saat ini. Pelajaran yang sangat berharga adalah ketika Nabi Ibrahim,as mendapat perintah dari Allah Swt, untuk menyembelih putranya sendiri yaitu Ismail, Nabi Ibrahim, as tidak serta Merta memaksakan kehendaknya langsung memaksa Ismail, namun demikian Nabiyullah Ibrahim, as lebih mengutamakan pendekatan kumunikasi yang baik dengan rasa saling menghargai dari hati ke hati. Begitu pula dengan Nabi Ismai, as lebih sangat menghargai dan patuh terhadap orang tuanya , sekalipun Nyawa sebagai taruhannya, begitu mulianya Akhlak kedua Nabiyullah tersebut.
Hubungan silaturahmi yang di bangun oleh Nabi Ibrahim,as sebagai orang tua dari Nabi Ismail, as inilah yang harus di jadikan pedoman dalam kehidupan diri dan keluarga kita dalam meraih Ridho Allah swt, ungkap Ust.M.LA’IQ, M.pd.

Cerita kepatuhan dan ketaatan Kedua Nabiyullah Ibrahim,as dan Ismail,as kepada ALLAH SWT sang pencipta merupakan contoh Ketauhidan yang betul betul membutuhkan keimanan yang sangat kuat, sebagai refleksi dari sebuah nilai nilai pengorbanan terhadap sang pencipta Nya, lanjut Ust.M.LA’IQ.
Lebih lanjut di akhir akhir ceramahnya, Ust.M.La’iq,M.pd menghimbau kepada seluruh jamaah, untuk selalu senantiasa lebih waspada di jaman jaman saat ini, dimana HP sudah oleh sebagian besar para generasi di jadikan Tuhan tuhan kecil dalam tiap sendi kehidupan para anak anak hingga dewasa, yang secara tidak sadar sudah mulai menggeser nilai nilai ketauhidan dan akhlak terhadap kedua orang tuanya.
Maka hendaklah para orang tua berfikir lebih bijak dalam memilih dan menempatkan putra putrinya ke lembaga pendidikan yang berbasis keagamaannya yang kuat, sebagai upaya dalam mencetak generasi yang Sholeh dan Sholeha.ungkap Ust.La’iq, M.pd.
Dalam pantauan Biro Teropong Indonesia News.(TIN), bahwa pelaksanaan Sholat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1443 H, yang bertepatan dengan hari Sabtu,9Juli 2022 di halaman masjid Mujahidin Perante berjalan dengan cukup hikmad dan penuh rasa keharuan mendengar Ceramah Ust.La’iq,M.pd yang cukup sangat menyentuh kepada diri kita, baik diri sebagai seorang anak, maupun orang tua, bahkan cukup banyak sekali jamaah yang meneteskan air mata karena tidak kuasa membendung rasa haru.
Dalam pantauan Biro TIN Situbondo, bahwa pelaksanaan sholat Id, panitia Masjid Mujahidin Perante melakukan penyembelihan hewan kurban , berupa 4 ekor sapi dan 2 ekor kambing dalam pengawasan dinas kesehatan terkait.
Biro Teropong Indonesia News Situbondo mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1443 H
Mohon Maaf Lahir dan Bathin. (Agus BiroTIN Situbondo).








