Teropongindonesianews.com
Nangaroro, – menyiapkan anak untuk siap berkompetisi dijaman digital yang sarat tantangan tentu selain dukungan orang tua, memilih sekolah yang tepat akan menjamin kesuksesan anak tersebut. Dan memilih sekolah yang tepat tidak harus dengan sekolah yang mewah akan tetapi dengan menyiapkan tenaga pendidik profesional sehingga melahirkan peserta didik yang cerdas ditunjang oleh laporan hasil belajar yang baik serta perilaku yang santun.
Laporan Hasil Belajar Siswa adalah rangkuman hasil evaluasi peserta didik yang berupa nilai atau angka. Para peserta didik akan menerima laporan tersebut tiap 6 bulan sekali atau yang tidak asing lagi ditelinga masyarakat kita adalah “Raport”.
Dalam Laporan hasil belajar siswa atau Raport jelas tertera biodata peserta didik, nilai dari setiap mata pelajaran dan kriteria ketuntasan minimal (KKM), peringkat, kegiatan ekstrakurikuler serta penilaiannya, dan data kehadiran siswa. Raport diisi oleh wali kelas dari setiap jenjang kelas atau rombongan belajar. Penerimaan raportpun dengan cara masing- masing tiap sekolah penyelenggara dan biasanya saat penerimaan Raport orang tua atau wali peserta didik diundang pihak sekolah untuk mendengarkan prestasi dari anak mereka dan juga sikap dan perilaku selama satu semester serta hal lain termasuk kegiatan ekstrakurikuler yang diterapkan sekolah.

Hal tersebut juga menjadi tradisi dari SMA Swasta Setiawan Nangaororo, sebagai satu- satunya SMA unggul di Kecamatan Nangaroro yang terakreditasi A. Merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya yang pernah mengabdi disekolah tersebut pada tahun pelajaran 2007/ 2008 karena sepekan yang lalu tepatnya tanggal 24 Juni 2023, pukul 9 pagi bertempat di Aula Sekolah, berkesempatan hadir untuk menerima Raport dari putri tercinta Devina. Acara yang diramu sesederhana itu tentu mengundang banyak decak kagum para orang tua dan wali karena banyaknya siswa yang berprestasi. Dalam kesempatan tersebut, Rafael Hase, S.Pd yang memberikan sambutan mengatakan bahwa penerapan disiplin disekolah menjadi kunci utama menuju kesuksesan dan hal tersebut ternyata membawa dampak yang luar biasa bagi peserta didik. “Awalnya ketika saya menerapkan kehadiran pagi sebelum jam 7 sudah berada disekolah tanpa terkecuali guru dan tenaga kependidikan banyak yang terlambat. Tetapi lama kelamaan cara yang saya terapkan ini lambat laun semua bisa beradaptasi. Sehingga sekarang banyak peserta didik dan guru yang on time.”
Rafael demikian akrab disapa mengurai secara eksplisit bahwa para guru selalu dimotivasi agar dapat menerapkan disiplin, kegiatan ekstrakurikuler yang variatif, P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasia), serta menerapkan lingkungan belajar yang ramah anak. Dia tidak memungkiri bahwa ada sedikit peserta didik yng dulunya membandel karena biasa merokok, bolos, atau keluyuran dijalan dan pasar selama kegiatan belajar mengajar sekarang telah melelui proses pembinaan oleh guru bimbingan dan konseling. Dan hasilnya begitu nampak dalam satu semester ini mereka perlahan berubah. Dalam momen tersebut juga Wakil Kepala Urusan Kurikulum, Marni, mengurai beberapa prestasi yang diraih oleh siswa mereka yang berkesempatan mengikuti lomba Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat kabupaten yakni Juara 1 bidang lomba Geografi atas nama Debrito Doi, Juara 6 bidang lomba yang sama diraih oleh Theresia Fea, Juara 2 bidang lomba Kimia atas nama Hildegard Chiara Mane. Marni juga mengapresiasi para siswa yang menjadi juara umum untuk setiap tingkatan kelas, diantaranya adalah Perseveranda Yunita Devina Wea Boro dari kelas XI dan Anastasia Carolina Ija dari kelas X.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Yohanes Mutha Kasi, S.Fil yang menjabat sebagai Wakil Kepala Urusan Kesiswaan menyampaikan bahwa kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler diharapkan dapat memacu prestasi serta mendapat pengalaman baru. Karena dari kegiatan yang telah diurai seperti kegiatan intrakurikuler peserta telah meraih prestasi gemilang ditingkat kabupaten tinggal menunggu jadwal untuk berkompetisi ditingkat Provinsi, kegiatan ekstrakurikuler yang tidak kalah bersaing yakni ada turnamen futsal putri, sepak bola, volley putra dan putra, public speaking , LKTD, Kesenian, serta kegiatan kepanduan yang sedang diiukuti sorang siswa untuk kegiatan Raimuna. Untuk kegiatan kokurikuler penerapan p5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) diharapkan dapat menumbuhkan karakter yang baik pada peserta didik, mengembangkan ketrampilan dibidang sosial dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan serta jiwa patriotisme. Jhon, demikian disapa menuturkan pula bahwa peserta didik pada SMA Swasta Setiawan memiliki banyak potensi. Ini dapat dibuktikan dengan banyaknya peserta didik yang sangat aktif dan berprestasi dalam beberapa kegiatan yang telah disebutkan diatas dan juga beberapa siswa yang aktif pada forum anak dan menjadi Host.
Harapan dari Kepala sekolah, Guru dan tenaga kependidikan agar di tahun pelajaran 2023/ 2024 ini peserta didik baru akan dapat menjadikan SMAS Setiawan sebagai sekolah Favorit yang sarat prestasi.
Pewarta: Yuli Gagari. Editor: Santoso.






