Ugas Irwanto PJ Bupati Probolinggo turun langsung, terkait permasalahan yang ada di Desa Gading Kulo
Teropongindonesianews.com
Probolinggo – Setelah puluhan warga warga masyarakat desa Gading kulon RT 06 RW 03 Dusun Krajan kecamatan Banyuanyar kabupaten Probolinggo, melakukan buka paksa jalan yang di tutup oleh Susilowati di karenakan jalan tersebut adalah tanah milik Susilowati dengan dasar sertifikat tahun 2010. Bahkan sebelumnya Susilowati Cs membongkar sempet membongkar paving yang di bangun oleh pemerintah desa. 23/10/1023.
Sedangkan menurut warga setempat, berani membuka jalan yang di tutup oleh Susilowati, di karenakan mulai nenek moyangnya sudah ada jalan. Selain itu, Susilowati Di anggap bukan ahli waris yang sebenarnya, di duga hanya numpang di tanah tersebut. Anehnya, jika Susilowati bukan ahli waris yang sesungguhnya, atas dasar apa sehingga muncul sertifikat atas nama Susilowati. Bahkan sebelumnya. Sudah ada surat perjanjian damai antara kedua belah pihak. Yang di buat pada tahun 2020 setelah penutupan jalan yang pertama, namun walaupun sudah ada surat perjanjian kesepakatan penutupan jalan masih terjadi lagi.
Permasalahan tersebut terus berlanjut, dan belum mendapatkan titik terang, Sehingga PJ Bupati kabupaten Probolinggo. ”Ugas Irwanto” Dengan tegas mengambil sikap, dengan turun langsung ke lapangan, di dampingi oleh Camat Banyuanyar Hary Cahyono, serta jajaran Kepala desa Gading Kulon “H. Jumadi” Dan perangkat desa, Polsek Banyuanyar serta jajaran, Danramil Banyuanyar juga bersama jajaran. Ikut mendampingi pula Kasatpol PP, dan Dishub, bahkan juga hadir dari jajaran BPN Kabupaten Probolinggo.
Kedatangan PJ bupati kabupaten Probolinggo. Untuk memediasi kedua belah pihak, agar mendapatkan solusi terbaiknya. Mediasi berjalan alot di karenakan ke dua belah pihak saling beradu argumentasi. Di saat sekdes Gading kulon ”Maksum” membacakan surat perjanjian kesepakatan yang di buat pada tanggal 03 Nopember 2020.
Di saat pembacaan tersebut, antara kedua belah pihak saling memanas, Saling adu argumen sehingga PJ bupati Probolinggo dengan tegas mengatakan. Siapapun yang tidak mematuhi surat perjanjian kesepakatan “saya yang akan mengawal sendiri laporannya, atas surat perjanjian kesepakatan ini pasti ada yang di hukum” jelasnya.
Namun tidak hanya cukup hanya media secara terbuka. Di karenakan kedua belah belah bersikukuh tidak mau damai. Sehingga Bupati Probolinggo, berfikir keras untuk mencari jalan kluarnya, sehingga di adakan mediasi secara tertutup. Setelah beberapa jam kemudian, akhirnya PJ Bupati Probolinggo berhasil mendamaikan kedua belah pihak. Sehingga kedua saling berjabatan tangan, saling memaafkan.
Setelah kedua belah pihak berdamai, PJ bupati Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan. ” Sejak saya di Lantik jadi PJ bupati, saya memang nawaitu, waktu saya, hidup saya akan saya hibahkan untuk masyarakat Probolinggo. Akan tetapi dengan kemampuan saya, artinya saya tidak sempurna, tetapi saya skil dan nawaitu bagaimana masyarakat yang mengadukan ataupun curhat ada masalah segera melaporkan, makanya di munculkan LAPOR KAND4.
Lanjut kata PJ bupati Probolinggo, LAPOR KAND4 itu sebelum ada launching memang ada sekitar 3 Minggu kita adakan uji coba. Itu sangat luar biasa, banyak yang saya tidak tahu yang tidak di sangka sangka itu di laporkan. Hal ini menjadi hal positif bagi saya karena progam program yang awalnya tidak terprogram jadi bisa masuk ke tahun 2024. “Ujarnya.
Masih kata Ugas Irwanto PJ bupati Probolinggo.
Hari ini saya hadir, kalau tidak salah satu atau dua hari kemarin, ini ada lapor LAPOR KANDA menyangkut Masalah tanah ini, setelah saya tanya camatnya, ternyata sudah lama, hampir 3 tahun, saya penasaran, dan seharusnya yang hadir cukup team saya, karena ini sudah 3 tahun saya yakin ada gumpalan gumpalan menjadi gunung, ya harus saya turun”, Tegasnya.
Selanjutnya, saya ingin tahu apa sih masalahnya, dan kalian sudah saksikan sendirikan, awal awal sama alotnya, tapi Alhamdulillah, karena saya tidak punya kepentingan, saya tidak membela Susilowati dan tidak membela warga,
Hanya satu keinginan saya, bagaimana masyarakat ini rukun, rukun, dan rukun, jika bertengkar itu tidak senang. Alhamdulillah, setalah saya sampaikan saya diskusi, Alhamdulillah bisa damai. “Jelasnya.
Lebih lanjut, saya tidak mau pakai materai sehingga ada kesan di paksa, tapi kita saksikan bersama, kedua belah pihak sudah saling merangkul, saling memaafkan. Ya kita do’akan semoga rangkulan tadi, menjadi modal utama yang berdampak positif. Ibu Susilowati sudah mengikhlaskan tanahnya untuk di buat jalan, dapat pahala dapat barokah, saya tanya ke BPN memang benar, tinggal sekarang sama sama menikmati, jika sudah saling menikmati, kan sama sama enak, semua harus saling menyadari saling menghormati. Akan tetapi nanti jika gumpalan gumpalan itu muncul lagi, itu urusan saya nantinya”, Ujarnya.
“Harapan saya, rukun tidak ada masalah lagi, dengan rukun ini, mau kerja enak, tidak jadi penyakit, orang mangken kan jadi penyakit, dengan rukun ini enak, apalagi sekarang mau menghadapi tahun politik, semua harus kondusif, “Tutupnya. Hadi