Tidak Ada Yang Namanya Intimidasi Atau Kekerasan Tapi Banyak Ilmu Yang Saya Dapatkan.

Teropongindonesianews.com

BANYUWANGI,- Upaya untuk menjaga kekompakan dan untuk mengetahui kondisi keberadaan para residen korban penyalahgunaan narkoba yang ada di Instistusi penerima wajib lapor (IPWL) Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Bhayangkara Indonesia (LRPPN-BI), Banyuwangi secara rutin melakukan absen pagi.

Pj salah satu residen asal Surabaya sejak dikonfirmasi awak media ini pada (1/12/23) di kantor LRPPN BI tentang apa yang dirasakan selama menjalani rehab, tersebut menerangkan, ” Awal saya masuk secara mandiri di LRPPN BI Banyuwangi ini perasaan saya merasakan tidak terima , tapi lama-lama setelah saya rasakan ikut program rehabilitasi pemulihan dan pengobatan nya, kedepan-kedepannya saya rasakan ternyata kondisi perasaan saya jauh lebih baik dari sebelumnya, jadi saya sangat terima kasih kepada bapak Hiksan ketua LRPPN , disini saya bisa sholat ngaji, disiplin mandiri, disini saya bisa bacaan-bacaan sholat, dan disini saya bisa ngaji juga, jadi kita bersyukur kenapa saya bersyukur karena disini ada untungnya juga ada baiknya juga untuk saya ” ujarnya.

Pj Juga menjelaskan , ” saya selama disini tidak pernah melihat dan mendengar yang namanya intimidasi atau adanya kekerasan, selama saya di sini banyak ilmu yang saya dapatkan, termasuk motivasi dari para petugas konselor, motivasi tersebut ber tujuan untuk kedisiplinan dan lain-lain yang positif.

Di sini tertib administrasi ada yang komplain langsung ada laporan, setelah ada laporan, petugasnya sini langsung bertindak mengumpulkan apa sih masalah nya gitu, jadi kalau ada isu didalam ada intimidasi atau kekerasan itu tidak ada.

“Saya disini sering diberikan motivasi-motivasi membangun diri saya, baru sadar bahwa saya ini melakukan kesalahan besar, saya dirumah egois, maunya sendiri, di rehabilitasi di LRPPN Banyuwangi ini , Alhamdulillah saya bisa berubah dan bisa merubah kesalahan yang kemarin-kemarin jadi saya rasakan di LRPPN-BI Banyuwangi cukup sangat membantu saya, ” jelasnya.

Muhamad Hiksan MM selaku ketua IPWL LRPPN-BI sejak dikonfirmasi menjelaskan, ” LRPPN-BI Banyuwangi ini dalam menejemen nya terutama mengutamakan pelayanan secara humanis, membangun untuk Senyum, Sapa, Salam, Sopan dan Santun (5 S) . Dengan tujuan para korban narkotika dapat melaksanakan keberpungsian sosialnya meliputi kemampuan dalam melaksanakan peran, memenuhi kebutuhan, dan memecahkan masalah yang dihadapi dan aktualisasi diri.

Dengan ini saya membuat maklumat pelayanan dalam rehabilitasi di lembaga IPWL LRPPN BHAYANGKARA INDONESIAI BANYUWANGI sbb.
1. Tidak adanya pemasungan terhadap residen.
2.Tindakan kekerasan.
3.Tindakan penelantaran atau pembiaran.
4.Tindakan diskriminasi terhadap residen termasuk sara di dalam layanan yang kami berikan.
5.Kami siap menerima kritik dan saran guna perbaikan peningkatan kualitas layanan. ” Pungkas Muhamad Hiksan ketua LRPPN-BI Banyuwangi.

Pewarta: Santoso/Tim.

Editor: Santoso. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *