
Teropongindonesianews.com
Jakarta – Pelatih Bali United, Stefano Cugurra, angkat bicara soal kontroversi wasit dan penggunaan VAR di Liga 1. Usai timnya kalah dari Persija Jakarta di Jakarta International Stadium, Teco menyampaikan kritik tajam terhadap kualitas pengadil lapangan dan ketimpangan hukuman dalam kompetisi.
Teco menilai, sanksi yang dijatuhkan kepada bek PSM Makassar, Yuran Fernandes—yang dilarang bermain selama setahun dan didenda karena mengkritik sepak bola Indonesia—adalah contoh ketidakadilan. “Kalau pemain dihukum karena kritik, wasit juga seharusnya mendapat evaluasi saat melakukan kesalahan,” ujar Teco.
Menurut pelatih asal Brasil itu, kesalahan adalah hal yang wajar, namun harus ada tanggung jawab dan perbaikan dari semua pihak, termasuk wasit. Ia menyoroti minimnya kehadiran wasit asing di Liga 1 dan menyebut hanya satu pertandingan Bali United yang dipimpin wasit dari luar negeri musim ini.
Teco juga mengomentari keputusan VAR yang menganulir gol Bali United saat melawan Persija. “VAR seharusnya membantu, bukan malah membingungkan. Wasit utama juga harus berani ambil keputusan, bukan hanya mengandalkan tayangan ulang,” tegasnya.
Di tengah kritik tersebut, muncul kabar bahwa manajemen Bali United tengah mempertimbangkan perubahan di kursi pelatih. Nama Johnny Jansen, pelatih asal Belanda yang kini menukangi PEC Zwolle, disebut-sebut masuk radar Serdadu Tridatu.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak klub, rumor ini mencuat seiring hasil kurang konsisten Bali United dalam beberapa laga terakhir. Johnny Jansen dikenal memiliki pendekatan sepak bola modern dan pernah menangani Heerenveen di Eredivisie.
Jika benar Bali United menjajaki opsi tersebut, ini bisa menjadi manuver besar dalam menyongsong musim baru, sekaligus sinyal evaluasi menyeluruh di tubuh tim. FENDIK







