
Teropongindonesianews.com
Bondowoso | Proses rehabilitasi jaringan jalan di Jalan KH. Kharil Anwar, Kelurahan Badean, Kecamatan Kota Bondowoso, menuai keluhan warga. Pasalnya, pekerjaan yang dimulai dengan melakukan pelubangan badan jalan sejak hampir satu minggu lalu hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda pengerjaan lanjutan.

Pantauan di lapangan, kondisi jalan yang berlubang membuat permukaan rusak dan bergelombang, sehingga pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas. Kelambanan pengerjaan tersebut memicu keresahan masyarakat, terutama karena ruas jalan ini merupakan akses utama ambulans yang membawa pasien ke RSUD dr. Koesnadi Bondowoso.
Salah satu warga sekitar mengaku khawatir kondisi tersebut dapat membahayakan pengguna jalan dan memperlambat proses rujukan pasien.
“Ini hampir seminggu cuma dilubangi saja, tidak ada progress lanjutan. Padahal ambulans sering lewat sini membawa pasien, sangat berisiko kalau terus dibiarkan,” ujar Arif, warga Badean, kamis 18/12/2025.
Selain menjadi jalur ambulans, jalan ini juga merupakan akses vital menuju Sekolah MAN Bondowoso. Banyak pengemudi ojek, supir angkutan, hingga kendaraan pribadi melintas setiap hari. Kondisi berlubang dan tidak rata menyebabkan lalu lintas terganggu, terutama pada malam hari ketika penerangan kurang memadai.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pelaksana proyek maupun dinas terkait mengenai keterlambatan pengerjaan ini. Warga berharap pemerintah segera turun tangan agar proses rehabilitasi bisa dilanjutkan dan rampung sesuai harapan.
“Kalau memang ada kendala teknis atau anggaran, jangan sampai masyarakat dirugikan. Jalan ini bukan sekadar fasilitas umum, tapi nyawa orang bisa dipertaruhkan karena fungsinya sebagai jalur medis,” tambah warga lainnya.
Masyarakat kini menunggu langkah pemerintah daerah untuk menyelesaikan pekerjaan rehabilitasi jalan tersebut demi keamanan, kelancaran transportasi, dan keselamatan pasien yang membutuhkan pertolongan cepat. FARHAN







