
Teropong Indonesia News
PEKANBARU – Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Riau resmi meyudisium sebanyak 111 orang apoteker baru untuk Tahun Akademik 2025-2026, pada Kamis, 23 April 2026. Momen bersejarah ini sekaligus menegaskan eksistensi kampus tersebut di kancah pendidikan tinggi kesehatan Indonesia.

Ketua STIFAR Riau, Dr. Enda Mora, M.Farm, dalam sambutannya menyampaikan bahwa capaian ini menjadi catatan emas bagi institusi. Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) STIFAR Riau berhasil membuktikan kualitasnya dengan tingkat kelulusan 100 persen dan menempati peringkat 30 besar di antara seluruh program profesi apoteker yang ada di Indonesia.

“Membangun sebuah profesi tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus melalui proses bertahap dan berkelanjutan, hingga akhirnya terbentuk karakter serta pola pikir yang sesuai dengan standar keilmuan dan etika profesi,” ujarnya.
Ia juga memberikan pesan mendalam kepada para apoteker baru. Menurutnya, ketampanan dan kecantikan yang terlihat saat ini bukanlah ukuran utama, melainkan bagaimana mereka mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kalian terlihat gagah dan cantik di dalam ruangan ini, tapi sesungguhnya kegagahan dan kecantikan sejati terlihat ketika kalian mampu menjawab berbagai tantangan persoalan kesehatan dan memecahkan berbagai masalah kehidupan yang ada di tengah masyarakat,” tegas Dr. Enda.
Ia juga mengingatkan agar terus mengembangkan kompetensi seiring kemajuan zaman. “Teruslah tingkatkan ilmu dan keterampilan untuk mengimbangi perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Jalin sinergi yang baik dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) sebagai organisasi yang menaungi, serta selalu jaga nama baik almamater di mana pun kalian bertugas,” tambahnya.
Dorongan Tingkatkan Kualitas dan Berkontribusi
Sementara itu, perwakilan Ketua Yayasan Universitas Riau yang diwakili Sekretaris Yayasan, Drs. Jasril, M.Si., M.H., berharap para lulusan mampu meningkatkan peran dan manfaatnya, baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat luas.
Peningkatan kualitas tersebut bisa diwujudkan dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi seperti S2, membuka lapangan kerja melalui wirausaha, maupun mengabdi di berbagai instansi kesehatan.
“Menjalankan profesi kesehatan khususnya bidang farmasi memiliki tantangan tersendiri, namun kami yakin lulusan, alumni, dan dosen STIFAR Riau memiliki kompetensi untuk melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab dan konsistensi. Jaga selalu nama baik almamater ke mana pun kaki melangkah,” pesan Jasril.
3 Kunci Sukses Menjadi Apoteker Profesional
Dari pihak organisasi profesi, Sekretaris Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Wilayah Riau, apt. Rinaldi Irwan, S.Farm., M.Kes., menyampaikan tiga hal penting yang harus diperhatikan oleh para apoteker baru:
1. Terus Belajar: Selalu tingkatkan kemampuan keilmuan dan pahami perkembangan regulasi kesehatan yang terus berubah dan berkembang.
2. Jaga Etika Profesi: Sebagai profesi yang bersentuhan langsung dengan nyawa dan kepercayaan masyarakat, menjaga moral dan etika adalah hal utama. Jika diabaikan, bisa menimbulkan masalah baik bagi pribadi maupun citra profesi secara keseluruhan.
3. Manfaatkan Organisasi: Jadikan IAI sebagai rumah untuk berbagi ilmu, mengembangkan karir, dan bersama-sama berkontribusi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.
10 Lulusan Raih IPK Sempurna 4,00
Ketua Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) STIFAR Riau, apt. Nesa Agistia, M.Farm, mengungkapkan bahwa dari total 111 orang yang diwisuda, sebanyak 10 orang di antaranya berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna yaitu 4,00.
Mereka yang berprestasi tersebut adalah:
1. Aliyya Intan Misyilla – Lahir di Pekanbaru, lulus 6 April 2026
2. Nur Kamilah Idzan – Lahir di Moro, lulus 6 April 2026
3. Rizsari Ningsih – Lahir di Teluk Paman, lulus 6 April 2026
4. Silvia Sumbaritas – Lahir di Perawang, lulus 6 April 2026
5. Ayu Andira – Lahir di Sungai Guntung, lulus 6 April 2026
6. Nadila Putri – Lahir di Bagansiapiapi, lulus 6 April 2026
7. Nisa Novriati – Lahir di Tembilahan, lulus 6 April 2026
8. Nurillah Muthmainnah – Lahir di Pangkalan Kerinci, lulus 6 April 2026
9. Sonia Aritha Br. Sembiring – Lahir di Pekanbaru, lulus 6 April 2026
10. Tania Anin Dita – Lahir di Tanjung, lulus 6 April 2026
Turut hadir dalam acara bersejarah tersebut jajaran pimpinan STIFAR Riau, antara lain Wakil Ketua I Dr. apt. Wira Noviana Suhery, M.Farm, Wakil Ketua II Dr. apt. Deni Anggraini, M.Farm, dan Wakil Ketua III Dr. apt. Seftika Sari, M.PH.
– Drs. H. Jasril, M.Si., M.H (Koordinator Wilayah Media TIN Provinsi Riau dan Kepulauan Riau).







