
Teropong Indonesia News
Bondowoso— Musibah kebakaran hebat mengguncang warga Dusun Guce Onjur Lor, RT 017 RW 006, Desa Lanas, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso, pada Sabtu pagi (23/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Sebuah rumah milik warga bernama Siono dilaporkan hangus terbakar hingga rata dengan tanah bersama bagian dapur rumahnya.

Kobaran api yang membesar dalam waktu singkat membuat warga sekitar panik dan berhamburan menuju lokasi kejadian. Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari permukiman warga dan menjadi perhatian masyarakat sekitar. Sejumlah warga berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya sambil menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dijangkau.
Namun besarnya api membuat rumah korban tidak dapat diselamatkan. Dalam hitungan waktu singkat, bangunan rumah beserta seluruh isi di dalamnya ludes dilalap si jago merah.
Korban diketahui bernama Siono, lahir di Bondowoso pada 23 Juli 1966. Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, korban mengalami kerugian material cukup besar karena hampir seluruh harta benda dan dokumen penting miliknya hangus terbakar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, sejumlah barang berharga yang ikut terbakar di antaranya tiga lemari pakaian, tiga kasur beserta tempat tidur, satu set kursi meja, meteran listrik, televisi, telepon genggam, hingga berbagai peralatan tukang milik korban yang selama ini digunakan untuk bekerja sehari-hari.
Tidak hanya itu, uang tunai sekitar Rp1 juta yang disimpan di dalam rumah juga tidak berhasil diselamatkan. Api juga menghanguskan berbagai dokumen penting milik korban seperti dua KTP, kartu keluarga (KK), surat nikah, ijazah SD dan SLTP, hingga rekening Bank Mekar.
Warga sekitar menyebut api cepat membesar diduga karena sebagian material bangunan rumah mudah terbakar. Selain itu, kondisi angin pada pagi hari membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan.
Suasana haru tampak menyelimuti lokasi kejadian usai kebakaran berhasil dipadamkan. Korban bersama keluarga hanya bisa menyaksikan puing-puing rumah yang tersisa. Sejumlah warga terlihat bergotong royong membantu membersihkan sisa material bangunan dan memberikan bantuan seadanya kepada korban.
“Kami semua langsung membantu memadamkan api semampunya. Tapi api terlalu besar sehingga rumah tidak bisa diselamatkan,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Aparat desa bersama warga masih melakukan pendataan kerugian serta koordinasi dengan pihak terkait untuk membantu korban pasca musibah tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran rumah, terutama yang berkaitan dengan instalasi listrik, kompor, maupun sumber api lainnya yang dapat memicu kebakaran sewaktu-waktu.
Masyarakat berharap adanya perhatian dan bantuan bagi korban agar dapat segera bangkit dan kembali memiliki tempat tinggal yang layak setelah seluruh harta bendanya habis dilalap api. (Agus)







