FASILITAS DINAS DIGUNAKAN, SAAT MEDIA DIBILANG TIDAK ADA BIAYA
PALEMBANG, 4 September 2026,Anggaran Kosong Suasana Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang berubah semarak bukan untuk urusan pemerintahan. Di tengah arahan ketat Presiden Prabowo Subianto soal efisiensi anggaran, justru terdengar tepuk tangan dan nyanyian “Selamat Ulang Tahun ke-44” bergema di Gedung Serbaguna Diskominfo Palembang, Bukan untuk program kerja Dinas, melainkan ulang tahun istri Kepala Diskominfo Kota Palembang, Kemas Haikal.


Berdasarkan informasi yang diterima, pada Rabu, 2 September 2026, ruang gedung milik negara di lingkungan Diskominfo Kota Palembang dijadikan tempat perayaan ulang tahun istri Kadiskominfo. Hadir tak hanya para staf, tetapi juga pejabat eselon II Pemkot Palembang, termasuk Kepala Badan Kepegawaian dan SDM Kota Palembang, Adi Zahri, S.Sos yang ikut menyanyikan lagu ulang tahun. Tim Publikasi Diskominfopun turut menyemarakkan dan mengekspos acara tersebut melalui media.

Dihubungi awak media untuk dikonfirmasi, Kadiskominfo Kemas Haikal membantah mengundang siapapun. Beliau menyebut: “Itu kejutan dari Ibu-ibu Dharma Wanita. Saya tidak tahu sebelumnya dan tidak menginisiasi. Dilaksanakan saat jam istirahat, tidak mengganggu pelayanan.” Jelasnya.
Dua Wajah Satu Kantor, Anggaran Habis…? Tapi Fasilitas Penuh Semarak
Penjelasan itu menimbulkan banyak pertanyaan yang justru makin mengganjal dari beberapa Aktivis dan semua pihak, Ketimpangan yang Terasa Nyata, Untuk acara keluarga di Gedung negara, ruangan, kemungkinan peralatan suara dan fasilitas dinas TERSEDIA dan DIGUNAKAN.
Untuk media yang sudah ber-MoU Dijawab Anggaran Sudah KOSONG Sepeninggalan Kepala Dinas Sebelumnya. Pemasangan jasa publikasi/advertorial belum bisa dibayarkan. Janji baru mungkin ada di Anggaran Perubahan Kota Palembang September 2026, entah pasti atau belum
Pejabat lintas dinas hadir bernyanyi, padahal siapa yang mengundang jika bukan Kadiskominfo…? Jika benar-benar “kejutan tanpa sepengetahuan”, mengapa pejabat tinggi lainnya hadir di jam kerja?
Pertanyaan yang Belum Terjawab,
Apakah ruang gedung dinas negara boleh digunakan untuk pesta ulang tahun keluarga pejabat…? Aturan mana yang mengizinkannya…?
Siapa yang menyediakan, menata, dan menyiapkan fasilitas acara, jam kerja pegawai negara untuk urusan pribadi…?
Benarkah anggaran benar-benar kosong…?, Jika untuk urusan pribadi fasilitas tersedia, mengapa untuk urusan publikasi pemerintahan dikatakan tidak ada dana…?
Apakah “kejutan Dharma Wanita” berarti seluruh biaya, konsumsi, perlengkapan, dan pengundangan pejabat dilakukan murni atas biaya pribadi organisasi tanpa menyentuh fasilitas maupun waktu dinas sedikit pun…?
Publik Bertanya, Efisiensi Untuk Siapa…?
Presiden Prabowo Subianto telah berulang kali menegaskan efisiensi anggaran negara. Tidak boros, tidak berlebih-lebihan. Namun di Diskominfo Palembang seolah berlaku aturan ganda:
Untuk Media : “Anggaran habis. Sabar sampai September.”
Pesta Ulang Tahun Istri : “Gedung siap, ruang siap, peralatan siap, pejabat hadir.”
Apakah memang anggaran benar-benar kosong? Atau ada prioritas yang bergeser yang untuk kepentingan pribadi lebih dipermudah daripada yang untuk kepentingan pelayanan informasi dan kerja sama media…?
Sampai berita ini diturunkan, pertanyaan awak media tetap terbuka, Siapa sebenarnya yang memutuskan penggunaan ruang dinas tersebut, atas biaya siapa, dan apakah pejabat yang hadir berada atas jam dinas atau kehadiran pribadi semata? Dangdut remix yang paling mendasar jika fasilitas negara boleh dipakai begitu saja untuk urusan keluarga, mengapa anggaran publikasi justru dikatakan kosong..?
Kejujuran anggaran dan keadilan prosedur , itulah yang kini sedang diperiksa publik Kota Palembang. Semoga jawabannya lebih jelas daripada sekadar kata “KEJUTAN“.
Irwanto – Wapemred

