
Teropongindonesianews.com
Nangaroro – Nagekeo, Memiliki anak dengan perilaku yang baik pasti membawa kebahagiaan tersendiri bagi orang tua, sahabat dan keluarga disekitarnya.
Dengan melihat perilaku baik tersebut yang dimulai dari hal kecil semisal menyapa orang dengan lembut, menolong teman yang sedang mengalami perundungan (bullying), belajar bersama teman, membantu orang tua, serta perilaku baik lainnya semakin dilakukan akan semakin baik untuk perkembangan psiko-sosial dan emosional.
Untuk mencapai goal tersebut tentu tidak mudah bagi orang tua yang telah memanjakan anak dari kecil dengan material yang selalu terpenuhi yang kemungkinan anak akan menjadi pribadi yang cendrung tidak mandiri dan serakah.
Membentuk kepribadian anak selain peran serta orang tua, pendidik dapat juga menjadi aktor paling berpengaruh dalam pembentukan karakter anak. Tetapi seiring dengan perkembangan jaman sebenarnya ada banyak kegiatan positif yang dapat membentuk atau menggiring anak untuk menjadi pribadi yang unggul berprestasi. Salah satunya adalah melalui Forum Anak.
Forum anak adalah organisasi atau wadah partisipasi anak, dimana anggotanya merupakan perwakilan dari kelompok anak, yang dikelola oleh anak- anak dan dibina oleh pemerintah.
Tujuan terbentuknya adalah agar menjadi media komunikasi organisasi anak, menjembatani pemenuhan hak partisipasi anak, sarana pengembangan bakat, minat dan kemampuan anak serta media kompetisi prestasi anak.

Forum anak perlu dibentuk agar suara, aspirasi, kebutuhan dan kepentingan anak muthlak didengar dan direspon sunguh- sungguh dalam setiap tahapan pembangunan mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi.
Desa Woewutu yang memiliki Forum Anak Desa teraktif tingkat kecamatan, memiliki program unggulan. Beberapa bulan terakhir paparan materi yang tentu sejalan dengan perkembangan anak tetap menjadi prioritas yang tetap dikedepankan.
Seperti terjadi pada Sabtu tanggal 25 Februari 2023 kemarin bertempat di balai kantor Desa, lagi- lagi Forum Anak Desa Woewutu (FORATU) menggelar acara bertajuk peningkatan lifeskill anak. Berkesempatan hadir dalam kegiatan tersebut adalah ketua KP2AD, Syafariani beserta pengurus, pendamping Foratu, Community Engagement Sponsorship Plan (CESP) WVI AP-NADA, Thomas Brata Suyaka, staf lapangan Yakkestra, Agustalia Kristanti serta peserta sejumlah 40 orang yang terdiri dari perwakilan SD, SMP dan SMA.
Racikan acara yang dikemas para pendamping Forum Anak Desa Woewutu berikut ada bagusnya juga untuk di ikuti oleh Desa lain agar lebih memberdayakan Forum Anak.
Kegiatan rutin bulanan yang kali ini pematerinya adalah anak sendiri yakni Andini (kelas 7 SMP Negeri 3 Nangaroro) dengan paparan materi Aku dan Identitas Sexualku : Bagian Tubuh Yang Boleh Disentuh Dan Tidak Boleh Disentuh dan Devi (kelas XI Jurusan Bahasa SMAS Setiawan Nangaroro) membawakan materi Managemen Kesehatan Menstruasi (MKM).
Dalam penjelasannya, Andini menguraikan anggota tubuh yang boleh disentuh orang seperti kepala, kaki dan tangan. Yang tak boleh disentuh orang lain adalah mulut, dada dan payudara, kemaluan dan bokong. “kita harus bisa menjaga tubuh kita dengan baik.
Apabila sesuatu yang mencurigakan terjadi seperti orang meraba bagian tubuh kita yang vital segera melapor. Harus berani katakan tidak, menghindar dan menceritakan kepada orang tua atau keluarga terdekat atau istilahnya NO GO TELL.
Walaupun masih anak- anak tetapi kita harus bisa menjadi pelopor dan pelapor atas setiap kejadian yang dialami. Entah itu kekerasan fisik atau psikis. Teman- teman harus bisa menjadi sebuah agen perubahan.” Ujarnya dengan tegas.
Usai materi tersebut oleh Master of ceremony(mc) Feby yang merupakan siswi kelas 8 SMP Negeri 3 Nangaroro , anak-anak disuguhkan ice breaking untuk mencairkan suasana, menghilangkan kepenatan.
Semangat seperti tercharge, begitu antusias. Dan tak kalah menarik lainnya adalah paparan materi Devi tentang menstruasi.
“Menstruasi bukan hal yang mengerikan untuk kita para remaja putri. Itu adalah hal yang alamiah sekali. Jadi teman- teman tidak usah takut atau depresi. Normalnya datang bulan adalah pada usia 10 – 14 tahun.
Saat menstruasi datang akan banyak perubahan yang terjadi mulai dari perubahan emosinal, fisik, ada flek pada wajah/jerawat, jadi mager atau malas gerak dan masih banyak lagi.
Kebersihan perlengkapan kitapun harus selalu higienis. Pemakaian-pakaian dalam dengan bahan yang mudah menyerap keringat dan selalu dicuci 2-3 kali sehari pun demikian dengan Pembalut yang dipakai saat haid harus diganti 3-4 kali.
Pemakaian pembalut yang benar juga akan membantu keluarnya darah dengan baik. Jangan sampai teman – teman ada yang membuka perekatnya dan dipasang terbalik bukannya direkatkan kepermukaan celana malah kebalik keatas. Candanya yang membuat teman pesertanya tertawa lepas.
Kita remaja putri jika memungkinkan juga jika ada iritasi saat pemakaian pembalut dapat langsung berkonsultasi kedokter atau ada keluhan lain saat haid. Tutupnya lagi sembari berpesan agar area kewanitaan harus selalu dirawat dengan baik .
Kegiatan yang berlangsung dari 08.30 pagi sampai pukul 15.00 tersebut tidak melelahkan karena suguhan yang sangat kombinatif dengan beberapa tepukan atau yel- yel yang selalu membakar semangat peserta sehingga hampir tak terlihat kejenuhan. Sebagai tambahan juga mereka dibekali dengan materi penulisan proposal yang baik oleh Thomas Brata Suyaka.
Dalam penulisan proposal harus ada “etika” dalam hal ini hindari penggunanaa kosa kata seperti mungkin/ sikap ragu – ragu tetapi sebuah optimisme, hasil kegiatan harus terukur bukan perkiraaan, jenis kegiatan harus terperinci, dan hubungan kegiatan dengan dana harus rasional.
“beberapa tips berikut sangat baik untuk pemula seperti adik- adik. Bahwa dalam menulis proposal harus ada informasi jelas dan detail, konsep kegiatan menarik, menentukan target mitra yang sesuai, penganggarannya harus jelas, design proposal menarik dan presentasi proposal jelas, singkat serta tidak bertele- tele.” Ujarnya penuh semangat. Pada akhir sesi dia meminta peserta agar melatih membuat proposal sesuai kerangka yang telah di catat peserta. Hasilnya dapat diserahkan kepada pendamping Foratu.
Pada kesempatan yang sama juga Kristanti menambahkan agar kegiatan seperti ini akan terus berlanjut. “harapan saya dan juga teman mitra semua kita selalu mendukung kegiatan positif ini. Senang sekali melihat antusias adik- adik semua. Memiliki resiliens yang tinggi untuk berpartisipasi dalam forum anak.” Tambhanya lagi.
Kegiatan forum anak ini selain mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Woewutu, yang tak kalah berperan dalam pengembangan lifeskill anak adalah karena kemitraan Bersama Wahana Visi Indonesia (WVI) dan Yayasan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat (YAKKESTRA).
Penulis: Yuli Gagari. Editor: Santoso.





