
Teropongindonesianews.com
Manggarai – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai, Ir. Maksimus Ngkeros – dr. Ronal Susilo, yang diusung oleh Partai Pan, Demokrat, dan Perindo, saat ini sedang giat berkampanye di berbagai wilayah di Manggarai.
Timotius Terang, Ketua DPD II Perindo, salah satu partai pengusung Paket Maksi-Ronal, menjelaskan alasan dukungan partainya pada pilkada Manggarai, 27 November 2024. Ia menyatakan bahwa Perindo mendukung Maksi-Ronal sebagai calon pemimpin yang tepat untuk menghentikan indikasi-indikasi praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di Manggarai.
Timo, dalam orasinya di Kelurahan Mbaumuku, pada Kamis, 10 Oktober 2024, menyoroti kasus “Ratu Kemiri”, yang sempat viral di media sosial, sebagai bentuk indikasi KKN di Manggarai.
“Kasus Ratu Kemiri,sebagai bentuk indikasi KKN di Manggarai. Perindo bertekad untuk menghentikan praktik ini karena merusak tatanan pemerintahan di Kabupaten Manggara,” tegas Timo.
Ia juga menyinggung kasus Ibu Pina, Kepala Sekolah SD Ruteng VII, yang tiba-tiba digantikan tanpa mendapatkan surat pemberhentian. Selain itu, ia juga mencontohkan kasus anak Ibu Eti Leok yang kuliah kedokteran di Kalimantan Barat. Dana bantuan untuk pendidikan anak tersebut yang awalnya mencapai Rp. 75 juta per tahun, kini dikurangi menjadi Rp. 5 juta per tahun.
“Di satu sisi kita membangun rumah sakit pratama di Reok, yang membutuhkan banyak tenaga kesehatan, termasuk dokter. Ironisnya, pemerintah justru mengecilkan kesempatan untuk menjadi dokter. Ini menyebabkan banyak orang putus sekolah atau tertunda kelulusannya karena biaya. Ini hanya contoh kecil. Saya dulu ketua tim pemenangan di Kecamatan Wae Ri. Kami beralih mendukung Maksi-Ronal karena melihat masalah seperti ini,” ujar Ketua Partai Perindo tersebut.
Timo juga menyoroti pemutusan kontrak 249 tenaga kesehatan (nakes) yang sempat terjadi.Para nakes ini menjadi garda terdepan dalam melawan COVID-19, namun malah dipecat setelah mereka menyampaikan aspirasinya di Gedung DPRD.
“Mereka mencari jalan untuk menyalurkan aspirasinya di Gedung DPRD, bukan menghalangi aktivitas masyarakat atau membuat keributan di pasar. Malangnya, mereka dipecat keesokan harinya. Ini sungguh menyedihkan,” pungkas Timo.
Pewarta: Susilo Hermanus.
Editor: Santoso.








