
Teropongindonesianews.com
BOLAANG MONGONDOW UTARA (BOLMUT), SULUT – Hujan ekstrem yang mengguyur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara menyebabkan genangan air tinggi di SDN 3 Sangkub, Desa Busisingo. Kondisi ini membuat kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut harus terhenti sementara, mengganggu proses pendidikan ribuan siswa.
Genangan air yang menggenangi area sekolah tidak hanya mempersulit akses masuk keluar bagi siswa dan guru, tetapi juga membuat ruang kelas tidak layak digunakan. Menurut keterangan dari pihak sekolah, ini bukan kali pertama terjadi karena Desa Busisingo telah lama dikenal sebagai daerah rawan banjir setiap musim hujan tiba, seperti yang terjadi Selasa, 12 Januari 2026.
“Masyarakat sudah cukup merasa terbebani dengan masalah banjir yang berulang kali mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama pendidikan anak-anak kita,” ujar salah satu warga Desa Busisingo saat dihubungi Tim Teropongindonesianews.com.
Masyarakat mengajukan permohonan resmi kepada Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara agar segera menginstruksikan Dinas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta terkait lainnya untuk mengambil langkah konkret. Beberapa solusi yang diharapkan antara lain pembangunan saluran drainase yang memadai dan langkah antisipatif lainnya untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
“Kita berharap pemerintah daerah bisa memberikan perhatian serius terhadap masalah ini. Pendidikan anak-anak adalah prioritas utama dan tidak boleh terus-terusan terganggu oleh bencana yang bisa dicegah,” tambahnya.
Hingga saat ini, pihak BPBD Kabupaten Bolmut belum memberikan tanggapan resmi terkait upaya penanganan yang akan dilakukan. Tim reporter sedang terus mengikuti perkembangan kasus ini.
Sumber: Teropongindonesianews.com
Reporter: Stenly







