Oplus_131072
Teropongindonesianews.com
Lampung Tengah- Gerak cepat Camat Selagai Lingga, kabupaten Lampung Tengah, Samsul Arif, S.IP., meninjau langsung kelokasi Jembatan Mbah Bono yang terputus/ambruk akibat banjir.
Terputusnya jembatan penghubung yang menghubungkan kampung Sidoharjo menuju kampung Mekar Hajo, Nyukang Harjo dan sekitarnya ini, diduga dikarenakan tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah kecamatan Selagai Lingga, pada Kamis malam (29/01/2026) menyebabkan sejumlah debit air aliran sungai di wilayah setempat meluap hingga mengakibatkan terputusnya jembatan tersebut.
Untuk itu, selaku Camat Selagai Lingga Samsul Arif, S.I.P., menginformasikan dan menghimbau kepada seluruh Masyarakat kecamatan Selagai Lingga, khususnya kepada masyarakat yang ingin melewati jembatan Mbah Bono, untuk sementara ini belum bisa dilewati.
“Jembatan Mbah Bono ini putus sejak Pukul 23:00 WIB semalam akibat diterjang banjir. Sampai saat ini dan sementara waktu belum bisa dilakukan atau adanya perbaikan dikarenakan kerusakannya cukup parah,” ujarnya saat di konfirmasi oleh pihak media. Jum‘at, (30/01/2026)
Ia menjelaskan, nama jembatan ini sendiri di ambil dari nama salah seorang tokoh masyarakat setempat yang perduli terhadap lingkungannya bernama Mbah Bono.
Dimana karena rasa kepedulian, Mbah Bono awalnya membangun jembatan menggunakan dana pribadinya.
Dan untuk perawatannya selama ini, setiap masyarakat yang melintasi jembatan Mbah Bono ini, dimintai atau memberikan sumbangan seikhlasnya.
“Perlu diketahui jembatan Mbah Bono ini jembatan penghubung yang begitu cukup vital yang menjadi satu-satunya akses jalan terdekat bagi masyarakat, baik yang dari arah kampung Sidoharjo menuju kampung Mekar Hajo, Nyukang Harjo dan sekitarnya maupun sebaliknya,” jelasnya.
Yang apa bila harus mutar menggunakan akses jalan lainnya, sambung Samsul Arif, “Maka masyarakat harus menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam perjalanan, sementara jika melalu jembatan Mbah Bono ini hanya butuh waktu kurang dari 20 Menitan. Tentunya dengan terputusnya jembatan ini menjadi dilema bagi masyarakat,” terang Camat yang juga merupakan asli putra daerah Selagai Lingga.

Camat Samsul Arif, S.I.P., juga mengungkapkan, sebenarnya untuk rencana pembangunan jembatan penghubung antara kampung itu sendiri, telah direncanakan akan dilakukan di tahun 2026 ini.
“Insya Allah dari informasi yang kita dapatkan, sebenarnya untuk rencana pembangunan jembatan ini telah masuk dalam daftar rencana pembangunan daerah di tahun 2026 ini. Hanya saja titik lokasi pembangunannya yang sedikit bergeser yakni mencari bentang sungai yang tidak terlalu panjang, tapi tetap di kampung Sidoharjo,” ungkapnya.
Lanjutnya, “Tentunya mari bersama-sama kita semua berharap dan berdo‘a mudah-mudahan rencana pembangunan jembatan ini, dapat segera terlaksana dalam waktu dekat, terlebih setelah terputus jembatan Mbah Bono ini. Sehingga nantinya mobilitas perekonomian masyarakat sekitar dapat kembai berjalan lancar,” harapnya.
Pada kesempatan ini, Camat Samsul Arif juga menghimbau kepada masyarakat, khususnya masyarakat kecamatan Selagai Lingga untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan-kemungkinan bencana yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi, terlebih di tengah cuaca extrim saat ini.
Pewarta: Nizar







