
Teropong Indonesia News
PEWARTA:TOMY/YULI
Jember – Sektor kesehatan di Kabupaten Jember menunjukkan progres yang signifikan. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Jember, Gus Fawait, setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi, Kamis (23/4/2026). Tidak hanya sekadar memantau sebagai pejabat daerah, Gus Fawait mengaku merasakan langsung kualitas pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis di sana.
“Saya merasakan sendiri bahwa SDM dan fasilitas di RSD dr. Soebandi tidak kalah dengan rumah sakit besar di Surabaya. Ini membuktikan bahwa pelayanan kesehatan kita sudah berada di jalur yang benar (on the track),” ujar Gus Fawait dalam konferensi pers bertajuk Pro Gus’e Update itu.
Selain menyoroti RSD dr. Soebandi, Gus Fawait juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan dua rumah sakit daerah lain, yakni RSD Balung dan RSD Kalisat. Ketiga institusi ini kini telah bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang sehat secara finansial maupun operasional.
Perbaikan ini, menurut Gus Fawait, berdampak langsung pada kesejahteraan para tenaga kesehatan (nakes). Berdasarkan testimoni acak yang dia kumpulkan, tingkat kesejahteraan nakes saat ini jauh lebih baik dibanding periode sebelumnya, yang pada akhirnya memicu motivasi pelayanan yang lebih humanis kepada masyarakat.
Pencapaian paling membanggakan yang disoroti Bupati adalah penetapan RSD dr. Soebandi sebagai Rumah Sakit Penyelenggara Utama (Hospital Base) untuk pendidikan dokter spesialis berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan tahun 2026.
Menurut Gus Fawait, ada beberapa poin krusial yang membuat status ini menjadi sangat istimewa. “Dari 228 rumah sakit yang diusulkan di seluruh Indonesia untuk program Hospital Based, hanya 13 rumah sakit yang dinyatakan lolos seleksi ketat,” paparnya.
Dalam hal ini, RSD dr. Soebandi berhasil menduduki peringkat kelima nasional dari sisi kesiapan SDM dan fasilitas. Di wilayah Jawa Timur, hanya ada dua rumah sakit yang mendapat amanah ini, yaitu RSUD dr. Soetomo Surabaya dan RSD dr. Soebandi Jember.
Dengan kekuatan 160 dokter, termasuk 66 dokter spesialis dan 31 sub-spesialis, Gus Fawait optimis RSD dr. Soebandi akan terus naik kelas. Target besarnya adalah meningkatkan status rumah sakit ini dari tipe B menjadi tipe A pada tahun 2029 mendatang.
“Ini adalah kebanggaan bagi warga Jember. Kita tidak hanya menjadi rujukan bagi warga lokal, tapi juga menjadi pusat rujukan kesehatan bagi tujuh kabupaten/kota di wilayah Tapal Kuda. Ke depan, masyarakat Jember yang ingin mengambil spesialis ortopedi atau lainnya, bisa langsung menempuh pendidikan di sini,” tutupnya.
Pencapaian ini diharapkan menjadi momentum bagi Jember untuk semakin mandiri dalam mencetak tenaga medis spesialis sekaligus memberikan layanan kesehatan kelas wahid bagi masyarakat di ujung timur Pulau Jawa.





