
Teropong Indonesia News
Biro Jember – ALI/TOMY/YULI
JEMBER – Ratusan warga yang merasa terdampak oleh operasional PT Imasco Asiatic menggelar konsolidasi akbar di Dusun Sadengan, Desa Kasiyan Timur, Kabupaten Jember. Kegiatan ini digelar bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) MAKI Jawa Timur serta aliansi masyarakat Jember Selatan Bersatu (JSB), sebagai bentuk solidaritas dan perjuangan bersama menyuarakan berbagai permasalahan yang dihadapi.
Dalam orasinya, Dwi Agus, Ketua LSM Laskar Jahanam, menyampaikan kekecewaan mendalam masyarakat. Ia menegaskan bahwa warga pribumi juga berhak merasakan kebebasan dan kesejahteraan, namun faktualnya hal itu terasa jauh dari harapan akibat dampak yang ditimbulkan oleh keberadaan perusahaan tersebut.

“Kita ini warga asli, warga pribumi. Kami juga ingin merdeka, tapi faktanya kami merasa tidak merdeka. Banyak dampak yang kami rasakan dari operasional PT Imasco Asiatic yang sampai saat ini belum terselesaikan dengan baik. Mari kita bersatu hati dan berjuang demi terwujudnya kesejahteraan bagi rakyat,” tegas Agus saat ditemui, Minggu (26/6/2026).

Ia menjelaskan, tujuan utama digelarnya pertemuan ini adalah untuk mempersatukan seluruh elemen masyarakat dalam satu wadah, yakni Jember Selatan Bersatu (JSB). Dengan bersatu, diharapkan perjuangan tidak dilakukan secara terpisah-pisah dan kekuatan masyarakat menjadi lebih solid.
“Semua gerakan dan aspirasi ini akan dikordinir secara terpusat oleh LSM MAKI Jawa Timur, agar langkah kita lebih terarah dan hasilnya bisa dirasakan bersama,” tambahnya.
Minta Perda Atur Jam Operasional Truk ODOL
Masalah transportasi juga menjadi sorotan utama dalam pertemuan ini. Jainul Arifin, Ketua Forum Pemuda Kapuran (FPK), menyampaikan tuntutan agar Pemerintah Daerah Kabupaten Jember segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur secara tegas jam operasional kendaraan truk yang tergolong Over Dimension Over Load (ODOL).
Menurutnya, lalu lintas truk-truk besar tersebut sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat, terutama para pelajar yang setiap hari melintas di jalur yang sama.
“Kami minta segera dibuatkan Perda khusus. Dengan adanya aturan yang jelas, aktivitas warga dan perjalanan anak-anak sekolah bisa berjalan lancar dan aman tanpa harus terganggu atau terancam oleh lalu lintas truk ODOL milik PT Imasco Asiatic ini,” jelas Jainul.
CSR Langsung ke Paguyuban, Bukan Lagi Lewat Kepala Desa
Sementara itu, Ketua LSM MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, menyatakan komitmennya untuk menjadi jembatan aspirasi warga. Ia akan menyampaikan seluruh tuntutan dan harapan Jember Selatan Bersatu kepada seluruh pihak terkait, baik perusahaan maupun pemerintah.
Heru juga menyampaikan keputusan penting terkait penyaluran dana atau program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) ke depannya. Ia menegaskan, bantuan CSR tidak lagi akan disalurkan melalui perangkat desa atau Kepala Desa, melainkan langsung dikelola dan disalurkan melalui paguyuban-paguyuban masyarakat yang akan dibentuk.
“Kami sepakat, ke depannya CSR dari PT Imasco Asiatic tidak lagi melalui Kepala Desa, tapi langsung ke paguyuban-paguyuban yang akan kita bentuk. Ini agar transparan dan tepat sasaran,” ujar Heru.
Untuk menjamin keseriusan dan mengikat seluruh kesepakatan yang dihasilkan, Heru menambahkan bahwa seluruh poin hasil konsolidasi ini nantinya akan dibuatkan akta dan didaftarkan ke notaris. Langkah ini diambil agar tidak ada pihak yang mengingkari janji atau kesepakatan yang telah disetujui bersama.
“Yang pasti, MAKI Jawa Timur akan terus mengawal setiap langkah dan aspirasi masyarakat Jember Selatan Bersatu ini sampai mendapatkan solusi dan keadilan yang diharapkan,” pungkasnya.







