Teropongindonesianews.com
PRINGSEWU – Upaya menekan angka stunting terus digencarkan hingga ke tingkat Pekon. kegiatan rembug stunting digelar di Balai Pekon Banjarejo, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu,Lampung. Senin 7 September 2026. Sebagai forum bersama untuk merumuskan langkah konkret dalam mencegah dan menurunkan kasus stunting, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara Pemerintah Pekon Banjarejo, kader kesehatan, bidan desa, PKK, Posyandu, Pendamping Pekon, dan unsur terkait lainnya. Fokus utama pembahasan adalah ibu hamil, bayi, dan balita sebagai kelompok paling rentan.
Dalam rembug tersebut, peserta membahas secara detail kondisi kesehatan masyarakat Pekon. Data balita, ibu hamil, hingga keluarga berisiko stunting dikaji satu per satu.
Berbagai faktor penyebab stunting turut diidentifikasi, mulai dari pemenuhan gizi, sanitasi, hingga pola asuh yang belum optimal. Tujuannya agar penanganan yang disusun benar-benar tepat sasaran sesuai kondisi di lapangan.
Hasil diskusi melahirkan sejumlah langkah prioritas yang disepakati bersama:
1. Pemenuhan Gizi: Pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita.
2. Pelayanan Kesehatan. Pemeriksaan kesehatan secara rutin di Posyandu dan Puskesmas.
3. Sanitasi Dan Air Bersih: Peningkatan akses air bersih dan perbaikan sanitasi lingkungan.
4. Edukasi Masyarakat: Penguatan pengetahuan warga tentang pola asuh dan pola makan sehat.
Kepala Pekon Banjarejo Herman, menegaskan bahwa penanganan stunting harus menjadi prioritas bersama seluruh elemen Pekon.
“Kami berkomitmen untuk tidak ada lagi anak di Pekon ini yang mengalami stunting. Melalui rembug ini kita satukan data, satukan langkah, dan pastikan setiap program benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan,” tegas Herman
Edukasi Gizi Dari Puskesmas
Sebagai narasumber kesehatan, Hetty endang Suparni.SST.MM
dari Puskesmas Banyumas, menekankan pentingnya pemenuhan gizi sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan.
“Stunting itu bisa dicegah. Kuncinya ada pada asupan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI yang bergizi, serta pemantauan tumbuh kembang di Posyandu secara rutin. Mari kita cegah bersama sebelum terlambat,” ujar Hetty endang suparni SST.MM
Dengan semangat gotong royong, rembug stunting diharapkan menjadi titik tolak lahirnya program-program desa yang efektif. Mulai dari dapur sehat, kelas ibu hamil, hingga kampanye hidup bersih.
Kolaborasi seluruh elemen ini menjadi kunci agar setiap anak di Pekon dapat tumbuh optimal, cerdas, dan menjadi generasi penerus yang membanggakan.
Sadek

