Teropong Indonesia News
TANGERANG — Jalan Teuku Umar, salah satu jalur penting dan strategis di Kota Tangerang, menjadi sorotan tajam. Jalan yang kondisinya sebenarnya masih mulus dan layak digunakan, justru berulang kali diganti dan diperbaiki setiap tahun. Fenomena ini memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat, Apakah benar-benar ada kebutuhan mendesak, atau sekadar menghamburkan anggaran tanpa perencanaan yang matang dan program yang jelas…?
Berdasarkan pantauan Tim Investigasi LSM Teropong bersama Awak Media TIN langsung di lokasi, permukaan jalan Teuku Umar sebenarnya masih terlihat baik, rata namun aktivitas pembongkaran dan penggantian berulang terus berlangsung. Pekerjaan terlihat berjalan di sepanjang jalur tersebut, dengan membongkar trotoar dan badan jalan yang sebenarnya masih layak. Padahal di banyak tempat lain, jalan yang sudah rusak berat dan berlubang justru belum tersentuh perbaikan bertahun-tahun. Hal ini menimbulkan kesan bahwa pekerjaan ini bukan berdasarkan prioritas kerusakan, melainkan sekadar mengeluarkan anggaran tanpa perencanaan yang tepat sasaran.
Yang paling menyakitkan bagi rakyat adalah kenyataan bahwa hal ini terjadi berulang-ulang, setiap tahun. Anggaran jutaan bahkan miliaran rupiah dihabiskan untuk mengganti jalan yang sebenarnya belum perlu diganti, sementara kebutuhan masyarakat lain yang mendesak masih banyak yang belum terpenuhi. Belum ada penjelasan resmi dari pihak pemerintah, apa dasar keputusannya…? Apa kerusakan mendesak yang harus segera diperbaiki padahal jalan masih mulus..?, Apa manfaat jangka panjangnya…?, Semua pertanyaan itu hingga kini belum mendapat jawaban yang jelas dan memuaskan publik.
“Jangan asal keluarkan program sehingga hanya mengeluarkan uang saja, padahal programnya tidak jelas tujuannya untuk apa. Dana rakyat itu harus dipertanggungjawabkan dengan jelas, bukan dihamburkan untuk hal yang belum mendesak sementara kebutuhan lain yang lebih penting terabaikan,” Tegas pernyataan dari Aktivis LSM Teropong Indonesia News.
Kondisi ini memunculkan serangkaian pertanyaan yang wajar dan mendesak untuk dijawab secara terbuka,
– Atas dasar kajian apa jalan yang masih mulus ini harus diganti/diperbaiki setiap tahun? Apakah ada laporan teknis yang sah ..?
– Berapa anggaran yang dihabiskan untuk pekerjaan ini setiap tahunnya..? Dari sumber mana dana itu berasal ..?
– Mengapa perbaikan dilakukan berulang-ulang padahal jalan belum rusak, sementara jalan yang rusak berat di wilayah lain belum tersentuh..?
– Apakah ada perencanaan jangka panjang, atau sekadar menghabiskan anggaran tahunan agar anggaran tahun berikutnya tetap diberikan..?
– Siapa yang bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan ini, dan siapa yang menjamin kualitasnya agar tidak berulang lagi tahun depan…?
LSM Teropong mengingatkan pihak pemerintah Kota Tangerang melalui Media TIN mengatakan bahwa setiap rupiah anggaran negara adalah uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Membangun dan memperbaiki jalan adalah kewajiban pemerintah, namun harus dilakukan berdasarkan kebutuhan yang nyata, bukan sekadar menghabiskan anggaran tanpa alasan yang jelas.
“Kami tidak menolak pembangunan, kami hanya meminta agar pembangunan itu bijaksana, terencana, dan bermanfaat nyata bagi rakyat. Jangan sampai ada kesan bahwa proyek ini hanya untuk memutar uang tanpa manfaat yang berarti. Semua harus terbuka, semua harus bisa dipertanggungjawabkan di hadapan publik. Jangan main-main dengan uang rakyat, itu bukan uang main-main, itu hasil keringat dan pengorbanan seluruh masyarakat,” tambah pernyataan tersebut.
Masyarakat berharap pihak pemerintah Kota Tangerang berkenan memberikan penjelasan yang transparan dan rinci kepada publik, mengapa hal ini terjadi, apa alasannya, dan apa rencana ke depannya agar tidak terulang lagi. Karena di negara yang beradab dan berhukum, setiap kebijakan dan pengeluaran negara harus dapat dijelaskan dan dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

