
Teropongindonesianews.com
Jember – Polemik tentang peran TP3D yang dianggap SUPERIOR menurut Gus Birbik, Anggota Komisi D, DPRD Jember cukup menggelitik.

Di Katakannya bahwa pada Awalnya Gus Bupati ingin melakukan percepatan pembangunan Jember dengan membentuk TP3D , dengan maksud tim tersebut bisa melakukan serap informasi , menganalisa data yang di peroleh, Kemudian memberi masukan kepada guss Bupati, Namun, keberadaan tim yang dibentuk tanpa cantolan Hukum jelas itu dalam perjalanannya bergerak lebih SUPERIOR bahkan bisa memanggil Kepala OPD mebihi tugas – tugas DPRD,
Persoalan semakin meruncing mana kala pergerakan tim tersebut sangat aktif bergerak dari satu OPD ke OPD yang lainnya, membuat seolah oleh tim tersebut sebagai ” MAHLUK BERBISA ” bagi organisasi perangkat daerah, camat dan instansi lainnya.

Pertanyaan sederhana kemudian muncul , dari mana anggaran kegiatan mereka , benarkah mereka tidak di GAJI? sementara sumber di lapangan menyebutkan, kedatangan mereka ke OPD ternyata pulang tidak dengan tangan kosong.
Helmi Murtaqi, Ketua Ormas LASKAR MERAH PUTIH Jember awalnya melihat keberadaan tim itu biasa saja, namun setelah mencermati dengan seksama pergerakan tim yang kehadirannya tidak memiliki cantolan hukum tersebut memaksa pihaknya melakukan pengamatan, serap informasi ke OPD, muncul kesimpulan sementara,
Helmi Murtagi juga menduga, tim sudah mematok bandrol yang kisarannya sangat luar biasa di tengah semangat efisiensi.
Untuk itu dirinya meminta agar DPRD, ormas LASKAR MERAH PUTIH yang peduli Jember segera merapatkan barisan , dan melawan pergerakan tersembunyi tim tersebut.
” Saya melihat persoalan TP3D ini harus disikapi serius, selain keberadaannya tidak memiliki landasan hukum, perannya yang sangat SUPERIOR dan membuat OPD, camat ketakutan jika tidak memberi pelayanan atas mereka, ini tidak elok ,dan kita harus lawan mereka ” Ujarnya.
IMAM SEKRETARIS BIRO






