
Teropongindonesianews.com
Sikka – Pimpinan Panti Rehabilitasi Penyandang Cacat Santa Dymphna Yayasan Bina Daya Cabang Sikka (YASBIDA) Sr. Lucia, CIJ menggelar Upacara Pembukaan Pesta Pelindung Yayasan yakni Santo Vinsensius, Senin 27 Agustus 2025. Ada dua (2) kegiatan utama pada acara pembukaan tersebut yakni Apel Pembukaan dan Pengguntingan Pita selain pertandingan Volley Putri antar perawat/tenaga psikologi versus karyawati panti. Upacara pembukaan ini merupakan kegiatan awal dari seluruh rangkaian kegiatan yang dirancang panitia hingga hari puncak perayaan peringatan Pelindung Yayasan, 27 September 2025.


Sambil merujuk pada Spiritualitas Santo Vinsensius A Paulo, ketua Panitia Fransiskus Arifin Betok, S. Psi mengatakan bahwa betapa Santo Vinsensius menginginkan kasih itu harus berdampak. “Betapa Santo Vinsensius menginginkan kasih dan pelayanan itu harus berdampak. Kasih itu bukan sekedar kata-kata hampa, tapi ia lahir dari tindakan-tindakan sederhana dengan cinta yang besar”, demikian Pak Arif, salah satu tenaga psikologi lulus Unipa yang sudah lama mengabdikan dirinya di Panti Santa Dymphna.

Selanjutnya pria asal Nita ini menyampaikan tujuan dan pelaksanaan kegiatan, susunan kepanitiaan, aneka permainan/pertandingan, pembagian mentor dan jumlah klien, sebagai berikut :
Tujuan Kegiatan
• Sebagai ucapan syukur dan metode terapi kognitif dan perilaku motorik yang memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk orang kecil berekspresi dan menemukan diri.
• Sebagai metode terapi lanjutan: membimbing dan belajar mengenali kondisi kognitif dan motorik untuk mampu mamahami potensi diri.
• Meningkatkan semangat kooperatif antar sesama klien dalam tim melalui lomba-lomba kelompok yang diselenggarkan.
Pelaksaan kegiatan berlangsung selama sebulan penuh. Kegiatan pembukaan dibuka pada tanggal 27 Agustsus 2025 dan perayaan puncak terjadi pada tanggal 27 September 2025.
Susunan Kepanitiaan
Ketua : Fransiskus Arifin Betok
Wakil : Krispinus Riwu
Bendahara : Marselinus Baba Nagu
Seksi-seksi
1.Seksi Acara
Ketua : Andreas Andi Keupung
Anggota : 1. Yohanes Nu Webi
2. Vinsensia Pale
3. Paulus Lunga
4. Ayunti Andiawan Dua Bura
5. Maria Angelina Geme
6. Paulus H. Keor
7. Januarius Emanuel Jawa
8. Hildegardis Nona Rus
9. Novita Dhiu
10. Bonifista Anselmia
11. Maria Klara
12. Maria Herlina Paji
13. Jeanne Aprilia Bu’u Busa
2.Seksi Perlengkapan
Ketua : Fransiskus Firmus
Anggota : 1. Hendrikus Palang
2. Fransiskus Gani
3. Agustinus Numba Rale
4. Paskalis Ratu Hikon
5. Adrianus Romario Lodo
6. Emanuel Siga
3. Seksi Konsumsi
Ketua : Maria Ida
Anggota : 1. Marselina Dhiu
2. Irma Pajo
3. Marselina Bhebhe
4. Dominika Dhone
5. Yulia Biliar Rewa
6. Kristina Rumba
7. Elisabeth Mau
8. Astiana Dua Kowe
9. Iwindiana Lowa
Ada pun aneka permainan dalam perlombaan antara lain:
1. Voli Kain 8 Sikat Gigi Romantis
2 Estafet Karet Gelang 9 Bola Gacor/ Balon Air
3 Lempar Bola Kantong Plastik 10 Bola Voly
4 Balap Ban Motor 11 Pinalti Futsal
5 Masukkan Balon ke dalam Ember 12 Estafet Hanger
6 Ransel Keranjang 13 Balon Buta
7 Estafet Pimpon Gelas
Dalam Kompetisi terbagi menjadi empat kelompok: Pertma, Kelompok Bapak Hendrikus Leven dengan 6 mentor dan 31 klien, kedua, kelompok St. Dymphna dengan 6 mentor dan 31 klien, ketiga, kelompok P. Engelbertus Kunne, SVD dengan 6 mentor dan 31 klien dan keempat, kelompok St. vinsensius dengan 5 mentor dan 31 klien.
Tampak Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Panti Santa Dymphna berbaris rapih. Mereka berbaris dalam empat (4) kelompok besar yang terdiri dari kelompok St. Vinsensius, Kelompok Santa Dymphna, Kelompok Mgr. Hendricus Leven, SVD dan Kelomp P. Engelbertus Khunne, SVD. Masing-masing kelompok dikomandani oleh seorang komandan regu. Semua pada tertib mengikuti upacara pembukaan tersebut dibawah Pemimpin Upacara, Ibu Hildegardis Nona Rus, D3 Keb.
Pembina Upacara, Dionisius Ngeta dalam sambutannya menegaskan bahwa Santo Vinsensius A Paulo adalah seorang Nabi Agung yang mengubah “wajah Gereja” dan pilihan keberpihakan pada zaman itu (abad ke-17). “Santo Vinsensius adalah tokoh pembaharu yang memilih orang kecil dan miskin sebagai pilihan keberpihakan dan pelayanan di mana Gereja saat itu lebih memperhatikan atau berpihak pada orang-orang kaya. Perjumpaannya dengan orang-orang miskin dikontemplasikan sebagai sebuah pengalaman Rohani berjumpah dengan Tuhan sendiri yang mengubah arah hidupnya. Pengalaman spiritual dan spiritualitas keberpihakan itulah yang membuat dia menjadi Nabi Agung dan tokoh pembaharu Gereja”, demikian pak Dion.
Namun bagi Santo Vinsensius Spiritualitas adalah semangat untuk mengasihi untuk Tuhan dalam diri orang miskin dan menderita. Tapi bukan dengan kata-kata melainkan dengan bekerja keras untuk Tuhan dan mereka yang miskin dan menderita, tegas Pembina upacara.
Pembina Upacara lalu mengutip pernyataan Santo Vinsensius kepada Suster-suster Kasih yang didirikannya. “Saudara-saudara, marilah kita mengasihi Tuhan, sekali lagi marilah kita mengasihi Tuhan, tapi dengan bercucuran keringat dan menyingsingkan lengan baju untuk orang-orang kecil dan miskin”. Karena itu menurutnya keberpihakan terhadap orang kecil tidak hanya diwujudkan dengan atau dalam doa tapi juga bekerja keras dan memperjuangkan hak-hak dan kebutuhan mereka yang sering kali diabaikan.
Kongregasi CIJ, Panti Santa Dymhna Yayasan Bina Daya St. Vinsensius dan kita semua adalah orang-orang yang ambil bagian menghidupi Spiritualitas, semangat hidup Santo Fransiskus A Paulo. Kita semua dipanggil untuk mengasihi Tuhan dalam diri mereka yang kita layani di Panti ini (ODGJ) dengan doa dan bekerja keras. Doa dan bekerja, bekerja dan doa adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, yang memungkinkan rahmat dan berkat Tuhan tersalurkan. Doa dilanjutkan dalam karya/kerja dan karya/kerja dibawa dalam doa.
Sementara Pimpinan Yayasan, Sr. Lucia, CIJ dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua karyawan karyawati, para perawat dan tenaga psikologi dan pegawai yang telah mengambil bagian dalam karya pelayanan kasih terhadap ODGJ. Menurutnya doa yang sejati adalah hidup berbelas kasih. “Kesejatian doa kita adalah hidup berbelas kasih”, demikian Sr. Lucia, CIJ yang sudah 20-an tahun hidup bersama ODGJ di Panti Sant Dymphna.
Menurut Sr. Lucia, CIJ, adalah kesia-siaan jika kita berdoa tanpa berbuat kasih atau berbelaskasih. Doa harus berbuah dalam pelayanan kasih dan pelayanan kasih dibawa ke dalam doa. Kasih adalah nilai yang utama yang diwartakan Tuhan terutama kepada mereka yang miskin dan menderita, seperti ODGJ yang dilayani di Panti Santa Dymphna.
Karena itu berbagai kegiatan pertandingan atau perlombaan yang rancang panitia selama kurang lebih satu bulan hingga hari puncak, merupakan salah satu tanda kasih kita yang nyata bagi mereka. Kegiatan-kegiatan itu tidak sekadar perlombaan atau pertandingan semata tetapi merupakan bagian dari terapi. “Mood” ODGJ dapat dibangkitkan dalam kebersamaan dan kekeluargaan di kelompok masing-masing dalam pendampingan para mentornya (Perawat/tenaga psikologi). Aspek kognitif ODGJ dapat dihidupkan kembali lewat berbagai kegiatan itu. Ketika mereka diberi tempat, ruang, waktu dan kepercayaan untuk mengambil bagian dalam berbagai kegiatan itu, maka kemungkinan terpulih kembali rasa kepercayaan dirinya semakin besar.
Setelah sambutan Pimpinan Yayasan, Sr. Lucia, CIJ dilanjutkan dengan Pengguntingan Pita dan pelepasan Balon sebagai tanda dimulainya berbagai kegiatan pertandingan atau perlombaan antar ODGJ Panti Santa Dymphna. Pengguntingan Pita dan Pelepasa Balon diwakili oleh Koordinator Program, lalu diakhiri dengan doa dan menyanyikan lagu Himne Santo Vinsensius A Paulo.
Dinisius Ngeta








