
Teropongindonesianews.
Manggarai, 8 November 2025 — Sebuah video berdurasi 1 menit 42 detik viral di media sosial memperlihatkan proses pembongkaran jalan lapen sepanjang sekitar tujuh meter di ruas Ruis–Copu, kec. Reo,Kabupaten Manggarai. Pembongkaran dilakukan menyusul protes warga yang menilai hasil pekerjaan tidak sesuai standar dan terkesan asal jadi pada 6 November 2025 lalu.
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah pekerja membongkar kembali bagian jalan yang baru saja rampung dikerjakan. Material jalan tampak mudah terkelupas dan bisa dicungkil hanya dengan jari tangan atau alat sederhana. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa proyek tersebut dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis.
Sejumlah warga pun mengeluhkan kualitas proyek yang dinilai buruk dan dikhawatirkan tidak akan bertahan lama. Salah satu warga, Emil, mengaku sempat menegur para pekerja karena melihat proses penyiraman aspal yang tidak merata.
“Saya sendiri melihat langsung kejadian itu saat dalam perjalanan menuju Reo. Ketika saya menegur, mereka malah mengatakan pekerjaan sudah sesuai aturan,” ungkap Emil kepada media ini, sabtu, 8 November 2025
Merasa kecewa, Emil kemudian merekam kondisi jalan tersebut menggunakan ponsel dan mengunggahnya ke akun Facebook pribadinya. Unggahan itu viral, hingga akhirnya pihak konsultan pengawas proyek menghubunginya untuk menanyakan lokasi pekerjaan yang dimaksud.
Menurut Emil, pihak pelaksana memang telah membongkar bagian jalan yang ia soroti. Namun, pembongkaran itu belum mencakup seluruh titik yang diduga dikerjakan tidak sesuai standar.
“Saya juga melihat sendiri mereka menyiram air rinso kedalam drum aspal yang sedang dibakar,tetapi Saya tidak tau manfaatnya,”ujarnya.
Proyek jalan lapen Ruis–Copu ini merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur desa yang diharapkan dapat memperlancar akses transportasi masyarakat. Namun, akibat kualitas pekerjaan yang menuai sorotan, warga meminta agar kontraktor memperbaiki hasil pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang berlaku.
Menanggapi hal tersebut, PPK Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai, Chitra Ayu Purwarini, ST, membenarkan adanya kondisi serupa di lapangan. Ia mengakui bahwa terdapat sekitar 7 hingga 10 meter ruas jalan yang mengalami masalah tersebut.
Menurut Chitra, hal itu terjadi karena proses pembakaran aspal yang terlalu panas. Untuk memadamkan api, pekerja menyiramkan air yang telah dicampur deterjen (rinso) ke dalam drum untuk mematikan Api yang sedang menyala.
“Kami sudah menerima laporan dari konsultan pengawas dan direksi. Kejadian itu karena aspal terlalu panas hingga menyala, jadi untuk mematikan api pekerja menyiramkan air rinso ke dalam drum, sebenarnya itu tidak boleh.
Perbaikan akan dilakukan setelah seluruh pekerjaan selesai, karena alat saat ini sudah berada jauh di belakang,” jelasnya kepada media ini, Sabtu, 8 November 2025.
Chitra juga menegaskan bahwa material yang digunakan dalam proyek tersebut telah melalui uji laboratorium dan dinyatakan layak pakai.
“Kalau material tidak layak, tentu tidak kami izinkan untuk digunakan dalam pekerjaan lapen,” tegasnya.
Terkait permukaan jalan yang terlihat terkelupas dan menampakkan batu putih, Chitra menduga hal itu disebabkan oleh kurangnya pengalaman pekerja di lapangan.
“Kemungkinan pekerjanya belum berpengalaman. Sebenarnya penyiraman air rinso itu hanya boleh dilakukan di luar drum, bukan di dalam drum.Tapi secara keseluruhan, kondisi pekerjaan masih dalam batas aman,” pungkasnya.
Ketika media ini meminta nomor kontak kontraktor pelaksana untuk melakukan konfirmasi lebih lanjut, Chitra menyatakan bahwa dirinya harus meminta izin terlebih dahulu kepada pihak kontraktor sebelum memberikan no handphone tersebut.
Diketahui, proyek ini dikerjakan oleh CV Angkasa Utama dengan pengawasan dari CV Mandira Design Konsultan, senilai Rp593.622.800. HRN







