
Teropongindonesianews.com
Situbondo – Komitmen Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, dan Wakil Bupati Ulfiya untuk mewujudkan program “Satu Desa Satu Ambulans” selangkah lebih maju. Sebanyak 38 unit ambulans baru tiba di Situbondo pada Kamis (28/11/2025), menandai realisasi tahap pertama dari janji politik mereka selama Pilkada 2024.
Program ambisius ini dirancang untuk memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama yang berdomisili di wilayah pedesaan. Kedatangan ambulans ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mempercepat respons terhadap kebutuhan medis darurat.
“Ini adalah wujud nyata dari janji kami untuk memprioritaskan kesehatan masyarakat,” tegas Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo. “Tahun ini, 38 ambulans kami biayai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Kami berkomitmen untuk terus menambah jumlah ambulans ini, dengan potensi penambahan sekitar 20 unit di tahun depan, bahkan lebih jika memungkinkan.”
Bupati Rio juga menjelaskan bahwa ambulans baru ini memiliki fungsi yang berbeda dari mobil siaga desa yang sudah ada. “Ambulans ini didesain khusus untuk kebutuhan medis, dengan perlengkapan yang memadai. Kami berharap keberadaan ambulans ini akan lebih efektif dalam memberikan pelayanan kesehatan, serta mengatasi permasalahan penggunaan mobil siaga desa yang selama ini kerap dikeluhkan karena digunakan untuk kepentingan pribadi oleh sebagian pihak,” tambahnya.
Langkah ini juga menjadi jawaban atas aspirasi masyarakat yang menginginkan fasilitas transportasi medis yang lebih mumpuni dan tersedia secara khusus untuk kepentingan kesehatan. Dengan adanya ambulans baru ini, diharapkan masyarakat Situbondo, khususnya di daerah-daerah terpencil, dapat merasakan manfaatnya dalam meningkatkan kualitas hidup dan akses terhadap layanan kesehatan yang lebih baik.
Pemerintah Kabupaten Situbondo terus berkomitmen untuk melakukan evaluasi terhadap efektivitas program ini, serta memastikan penyediaan ambulans sesuai dengan kebutuhan dan standar pelayanan kesehatan yang berlaku. Dengan demikian, diharapkan program
“Satu Desa Satu Ambulance” dapat menjadi langkah signifikan dalam mewujudkan Situbondo yang sehat dan sejahtera.
BiroTIN/STB







