
Festival Tahunan Padukan Budaya, Olahraga, Dan Pariwisata Berkelanjutan Sesuai Program Indonesia Asri99
BANYUWANGI, TEROPONG INDONESIA NEWS – Kabupaten Banyuwangi menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan agenda festival terlengkap di Indonesia melalui Banyuwangi Attractions 2026. Pemerintah daerah menghadirkan total 86 atraksi seni budaya dan olahraga sebagai upaya menguatkan identitas lokal sekaligus mengonsolidasikan partisipasi aktif masyarakat sepanjang tahun.
Program tahunan ini memuat berbagai tradisi yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat lokal. Sejumlah ritual dan pertunjukan budaya khas Suku Using kembali masuk dalam kalender resmi daerah, antara lain:
– Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, dan Seblang Olehsari (23–29 Maret)
– Kebo-Keboan Alasmalang (28 Juni)
– Petik Laut Muncar (10 Juli)
– Puncak acara berupa pertunjukan kolosal Gandrung Sewu (24 Oktober)
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa Banyuwangi Attractions bukan sekadar agenda tontonan wisata semata. Menurutnya, festival ini menjadi panggung besar yang menyatukan budaya, olahraga, pariwisata, dan semangat kebersamaan masyarakat.
“Banyuwangi dikenal sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan seni pertunjukan budaya. Namun budaya tidak cukup hanya diwariskan—ia harus dirawat, dipentaskan, dan dibanggakan sebagai bagian dari jati diri kita,” ujar Ipuk pada Sabtu (21/2/2026).
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Indonesia ASRI99 (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah daerah telah meluncurkan gerakan Banyuwangi ASRI untuk mengakselerasi implementasi program tersebut, terutama dalam aspek pembangunan pariwisata berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berbasis kearifan lokal.
Dorong Sport Tourism dengan Event Berkelas
Selain menampilkan kekayaan budaya, Banyuwangi Attractions 2026 juga menghadirkan berbagai ajang olahraga yang dirancang untuk memperkuat sektor sport tourism:
– Banyuwangi BMX Super Cross (27 Juni)
– Ijen Green Run, lari trail dengan panorama alam kawasan Ijen (12 September)
– Banyuwangi Ijen Geopark Downhill (19–20 September)
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Hartono, menegaskan bahwa Banyuwangi Attractions merupakan strategi pembangunan daerah yang terintegrasi.
“Banyuwangi Attractions bukan sekadar wisata, melainkan strategi pembangunan daerah yang komprehensif. Ia menguatkan budaya, menggerakkan roda ekonomi lokal, membangun citra positif daerah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha,” jelasnya.
Menurut Hartono, ketika budaya dijaga dengan baik, olahraga digerakkan secara masif, dan lingkungan dirawat dengan penuh tanggung jawab, pembangunan daerah akan berjalan lebih berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dengan 86 event yang tersebar merata sepanjang tahun, Banyuwangi kembali menunjukkan konsistensinya menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. (NN)






