Oplus_131072
Teropongindonesianews.com
BENGKULU UTARA — Nama Sekretaris DPRD (Sekwan) Bengkulu Utara, Eka Septinda (atau Karwiyanto/Nyoman sesuai konteks lokal terbaru), kembali menjadi pusat perhatian. Hal ini menyusul memanasnya isu dugaan konspirasi dalam pendistribusian anggaran publikasi media di lingkungan Sekretariat Dewan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sekwan dikabarkan akan menggelar jumpa pers pada hari pertama kerja pasca-libur panjang. Agenda tersebut bertujuan untuk memberikan klarifikasi resmi guna meredam berbagai tudingan miring yang berkembang di tengah publik.
“Infonya Pak Sekwan akan melakukan jumpa pers segera setelah masuk kerja, terkait polemik pembagian anggaran publikasi DPRD Bengkulu Utara,” ungkap seorang sumber kepada awak media.
Isu yang beredar menyoroti adanya dugaan ketimpangan serta praktik tidak transparan dalam pembagian porsi anggaran publikasi kepada media massa. Kondisi ini memicu keresahan di kalangan jurnalis lokal, terlebih momentumnya bertepatan dengan pasca-hari besar keagamaan.
Situasi kian memanas setelah muncul tudingan adanya “permainan internal” yang diduga melibatkan oknum tertentu di lingkungan sekretariat. Hal ini memicu spekulasi bahwa distribusi anggaran tidak dilakukan berdasarkan asas keadilan dan profesionalisme.
Rencana jumpa pers ini kini dinantikan oleh berbagai pihak. Klarifikasi terbuka dari Sekwan dinilai sebagai langkah krusial untuk menjawab spekulasi yang kian liar dan memastikan akuntabilitas pengelolaan anggaran negara.
Hingga berita ini diturunkan (mengutip dari Harian Rakyat), pihak Sekretariat DPRD Bengkulu Utara belum memberikan konfirmasi resmi terkait jadwal pasti agenda tersebut.
Jika benar terlaksana, pertemuan ini diprediksi akan menjadi kunci dalam membuka tabir polemik anggaran publikasi yang tengah bergulir.
Tarmizi






