
Teropong Indonesia News
MAUMERE – Suasana religius dan sukacita menyelimuti Paroki Santa Maria Magdalena, Nangahure, Keuskupan Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Minggu, 12 April 2026, lokasi ini menjadi pusat perhatian seluruh umat Katolik karena ditetapkan sebagai tuan rumah perayaan Minggu Kerahiman Ilahi tingkat Keuskupan.
Perayaan tahun ini diprediksi akan menjadi salah satu kegiatan keagamaan terbesar, dengan estimasi kehadiran mencapai 3.000 orang yang terdiri dari para Devosan Kerahiman Ilahi dari berbagai penjuru wilayah.
Tradisi Bergilir yang Penuh Makna
Menurut Kalender Liturgi, tanggal 12 April 2026 diperingati sebagai Minggu Kerahiman Ilahi. Panitia penyelenggara menjelaskan bahwa kegiatan akbar ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan secara bergilir antar paroki. Sebelumnya, kehormatan menjadi tuan rumah telah dipercayakan kepada Paroki Palue, Paroki Nebe, dan MBC Watublapi. Tahun ini, giliran jatuh kepada Paroki Nangahure.
Hingga H-1 pelaksanaan, pantauan dari tim Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Nangahure melaporkan bahwa seluruh persiapan telah berjalan sangat matang. Mulai dari tata liturgi, petugas ibadah, dekorasi, hingga berbagai atribut pendukung telah disiapkan secara maksimal. Geladi bersih pun telah dilaksanakan demi kelancaran acara.
“Semua seksi bekerja sangat maksimal di bawah koordinasi Ketua Panitia dan didampingi langsung oleh Pastor Paroki serta rekan-rekan pastor: P. Wilhelmus Lae, CP dan P. Paulus Menge, CP,” lapor tim panitia.
37 dari 42 Paroki Konfirmasi Kehadiran
Ketua Panitia Penyelenggara, Bapak Stefanus Keban yang akrab disapa Opa Stef, memastikan antusiasme umat sangat luar biasa. Dari total 42 paroki yang ada di lingkungan Keuskupan Maumere, tercatat sebanyak 37 paroki telah mengonfirmasi kehadiran mereka.
“Saya memastikan bahwa ada 37 Paroki yang akan mengutus para Devosan Kerahiman Ilahi, minimal 35 orang per rombongan. Diperkirakan total yang hadir mencapai 3.000 umat. Karena itu, panitia juga sudah menyiapkan tenda-tenda besar di seputar halaman gereja untuk menampung seluruh hadirin,” ungkap Opa Stef dengan penuh semangat.
Rangkaian Acara Penuh Khidmat
Acara akan dimulai sejak pagi buta dengan rangkaian prosesi yang sakral. Berikut adalah detail agenda yang akan dilaksanakan:
– 07.00 WITA: Para devosan berkumpul di kediaman Uskup Maumere (Lepo Bispu).
– 07.30 WITA: Kirab bersama yang dipimpin oleh Bapak Uskup, para imam, dan undangan menuju Gereja Paroki Nangahure.
– 08.00 WITA: Prosesi penyambutan, penyerahan Gambar dan Patung Yesus Kerahiman Ilahi.
– 09.00 WITA: Perayaan Ekaristi Misa Kudus yang dipimpin langsung oleh Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, Uskup Maumere.
– 12.00 WITA: Sesi sambutan dan ramah tamah.
– 13.00 WITA: Ibadah makan bersama.
– 14.30 WITA: Persiapan doa bersama.
– 15.00 WITA: Doa Kerahiman Ilahi.
Tema: Menghadirkan Pengharapan dan Kepedulian
Perayaan tahun ini mengusung tema yang sangat menyentuh hati:
“Devosan Kerahiman Ilahi Menghadirkan Pengharapan dan Kepedulian Dalam Terang Kebangkitan.”
Tema ini diangkat untuk menekankan bahwa iman kepada Kerahiman Tuhan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, yaitu kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, sebagai buah dari sukacita Paskah.
Dengan persiapan yang sedemikian rupa, seluruh umat berharap perayaan Minggu Kerahiman Ilahi tahun 2026 di Nangahure dapat berjalan lancar, penuh berkah, dan menjadi saksi iman yang kuat bagi Gereja di Maumere.
Dionisius Ngeta – Komsos Paroki Nangahure








