
Teropong Indonesia News
SORONG – Di bawah langit sore yang tenang dan diterangi cahaya lilin yang berkelap-kelip, umat Katolik serta seluruh jemaat di lingkungan Gereja Bahtera Kasih, Kota Sorong, Papua Barat Daya, berkumpul dalam kebersamaan yang penuh hikmat. Pada Kamis, 28 Mei 2025, Gua Maria Fatimah yang terletak di kawasan gereja tersebut berubah menjadi saksi bisu perayaan rohani yang mengharukan, saat seluruh umat memperingati Hari Lahir Ibunda Maria Fatimah.

Acara yang digelar dengan penuh kekhusyukan ini bukan sekadar seremonial ibadah, melainkan wujud nyata rasa syukur mendalam dari anak-anak gereja atas kasih sayang, perlindungan, dan penyertaan yang senantiasa diberikan Bunda Maria bagi seluruh bangsa Indonesia, dan secara khusus bagi masyarakat yang hidup di tanah Papua Barat Daya yang kaya akan keindahan dan keragaman ini.
Sepanjang acara berlangsung, suasana terasa begitu damai, hening, dan menyentuh hati. Ribuan doa dipanjatkan, diiringi lantunan doa Rosario yang dilantunkan secara bersama-sama, serta pujian-pujian rohani yang menggema di sekitar gua. Di sela-sela ibadah, umat juga mempersembahkan doa khusus untuk perdamaian, kesehatan, keamanan, serta kesejahteraan seluruh masyarakat di wilayah ini. Bagi mereka, kehadiran Bunda Maria Fatimah adalah penegas harapan agar damai sejahtera senantiasa menyertai setiap langkah kehidupan warga Sorong dan sekitarnya.
Cahaya lilin yang menyala di tangan setiap umat menjadi simbol cahaya iman yang tak pernah padam, serta lambang harapan yang terang benderang menuju Tuhan Yang Maha Kuasa melalui perantaraan Bunda Maria. Di balik setiap nyala api kecil itu, tersimpan doa-doa pribadi, permohonan, serta keinginan kuat agar nilai-nilai kasih sayang, persaudaraan, dan persatuan antar sesama manusia senantiasa terjalin erat dan terjaga keutuhannya di tengah kehidupan bermasyarakat yang majemuk.
Melalui peringatan yang penuh makna ini, umat Gereja Bahtera Kasih menegaskan kembali komitmen mereka untuk terus menjadi warga negara yang baik, menjaga kerukunan, dan menebarkan kasih di mana pun berada. Mereka percaya, dengan bimbingan dan teladan Bunda Maria Fatimah, damai sejahtera akan senantiasa menyelimuti bumi Cenderawasih, menjadikan Papua Barat Daya sebagai wilayah yang semakin maju, aman, dan penuh berkah.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan kebersamaan persaudaraan, meninggalkan kesan mendalam bahwa iman dan kasih adalah kekuatan terbesar yang mempersatukan hati manusia di bawah naungan kasih Allah.
Pewarta : Guntur – Kabiro Sorong







