
Teropongindonesianews.com
Padangsidimpuan,SUMUT – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi wahana spiritual yang mendalam bagi masyarakat Kelurahan Hutaimbaru, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Masjid Raya Alam Dunia Hutaimbaru sukses menyelenggarakan prosesi penyembelihan hewan qurban dengan penuh kekhidmatan. Acara yang dipusatkan di halaman kompleks masjid tersebut tidak sekadar menjadi ritual tahunan, melainkan wujud nyata penguatan ukhuwah islamiyah antarwarga.
Suasana religius tebal menyelimuti lokasi sejak pagi hari, dihadiri oleh jajaran tokoh agama, pemuka masyarakat, serta ratusan warga sekitar yang antusias menyaksikan prosesi. Kehadiran para tokoh sentral ini memberikan legitimasi moral bahwa ibadah qurban merupakan instrumen penting dalam merajut kembali kohesi sosial. Kebersamaan yang tercipta di lapangan mencerminkan interaksi harmonis antara pengurus masjid, struktur lingkungan, dan jamaah yang melebur tanpa sekat ekonomi maupun status sosial.
Pada tahun ini, semangat berqurban masyarakat menunjukkan eskalasi yang sangat positif dengan terkumpulnya 12 ekor sapi. Jumlah tersebut merupakan representasi dari tingginya kesadaran teologis dan kepedulian sosial warga Kelurahan Hutaimbaru yang secara kolektif mempercayakan amanah qurban mereka kepada pihak panitia. Keberhasilan menghimpun hewan qurban dalam jumlah signifikan ini mengindikasikan stabilitas ekonomi warga yang berkelindan erat dengan kematangan pemahaman nilai-nilai substansial dari ibadah peninggalan Nabi Ibrahim AS.
Ketua BKM sekaligus Ketua Panitia Qurban, Muhammad Halilintar—atau yang di kalangan masyarakat lokal akrab disapa dengan gelar adat Sutan Paruhmum—menyampaikan pidato yang sarat akan pesan substantif. Dalam sambutannya, beliau mengekspresikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran seluruh tahapan persiapan hingga hari pelaksanaan. Sutan Paruhmum juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para shohibul qurban (orang yang berqurban) dan seluruh elemen masyarakat yang telah mendonasikan materi, tenaga, serta waktu demi menyukseskan agenda sakral ini.
Manajemen operasional yang diterapkan oleh kepanitiaan, yang mengombinasikan personil BKM Masjid Raya Alam Dunia dan relawan domestik, menunjukkan pola kerja yang sangat profesional, taktis, dan higienis. Setiap individu dalam tim bekerja secara sistematis, mulai dari proses penyembelihan yang syar’i, pengulitan, pemotongan, hingga pengemasan daging. Efisiensi kerja ini sengaja diutamakan untuk menjamin kualitas kontinuitas distribusi serta menjaga agar area sekitar tempat ibadah tetap bersih dan kondusif selama kegiatan berlangsung.
Sesuai dengan target kemaslahatan, paket daging qurban didistribusikan secara merata kepada masyarakat yang berhak menerima di wilayah Kelurahan Hutaimbaru. Langkah strategis penyaluran ini dilakukan secara pengambilan langsung ke halaman Masjid yang di siapkan oleh Panitia Qurban, untuk menjaga martabat para penerima sekaligus memastikan asas keadilan sosial terpenuhi. Melalui pembagian ini, kegembiraan merayakan hari besar Islam dapat dirasakan secara inklusif oleh seluruh lapisan strata sosial, khususnya keluarga yang membutuhkan.
Kegiatan berskala sosio-keagamaan ini secara resmi ditutup setelah seluruh paket daging qurban selesai tersalurkan dengan tertib tanpa ada insiden penumpukan massa. Keseluruhan dinamika acara dari awal hingga akhir berjalan linier dengan prinsip-prinsip syariat, ketenangan, dan manifestasi gotong royong yang menjadi jatidiri masyarakat Tapanuli Selatan. Keberhasilan mitigasi risiko oleh panitia membuat pelaksanaan tahun ini minim evaluasi negatif dan layak menjadi percontohan bagi simpul-simpul keagamaan lainnya.
Melalui keberhasilan agenda besar ini, BKM Masjid Raya Alam Dunia Hutaimbaru kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai institusi yang tidak hanya mengurusi aspek ritual transendental (ibadah mahdhah), tetapi juga aktif dalam fungsi transformatif sosial. Komitmen berkelanjutan dalam mengelola potensi umat ini membuktikan bahwa masjid mampu hadir sebagai episentrum solusi ekonomi-sosial di tingkat kelurahan. Kontribusi positif ini diharapkan terus berlanjut melalui program-program pemberdayaan berbasis keumatan yang lebih luas di masa mendatang.
Apresiasi senada turut dilontarkan oleh Kepala Lingkungan VII, Ali Amri Siregar, yang memantau langsung jalannya kegiatan dari awal hingga purna. Dalam testimoni resminya, beliau menegaskan bahwa potret pelaksanaan qurban kali ini merupakan cerminan utuh dari kematangan kehidupan beragama dan tingginya toleransi internal umat di wilayahnya. Ali Amri berharap nilai-nilai pengorbanan, kedisiplinan, dan kepedulian yang tekesan kuat dalam momentum Idul Adha ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.”pungkasnya”.
(Ali, HRP)






