
Teropong Indonesia News
PEWARTA:TOMY/YULI
Jember – Semangat kolaborasi dalam membangun Kabupaten Jember kembali membuahkan apresiasi di tingkat regional. Dalam peringatan HUT ke-20 Beritajatim.com bertajuk Merawat Kepercayaan, Mengawal Perubahan, Bupati Jember, Gus Fawait, resmi dianugerahi penghargaan prestisius.
Bertempat di Ballroom Lantai 4 Grand City, Jalan Gubeng, Surabaya pada Selasa (21/4/2026), Gus Fawait meraih penghargaan pada kategori Penguat Demokrasi, dengan sub-kategori spesifik sebagai Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan.
Penghargaan ini diberikan atas capaian signifikan Pemkab Jember dalam menekan angka kemiskinan melalui validasi data dan kerja lapangan yang masif.
Gus Fawait menegaskan bahwa prestasi ini bukanlah pencapaian personal, melainkan buah kerja keras seluruh jajaran pemerintahan, terutama para ASN yang bersinergi tanpa sekat.
“Saya persembahkan award ini kepada seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Jember, para ASN yang hari ini turun ke bawah untuk bahu-membahu. Tidak melihat asal mereka, apakah guru, nakes, atau yang lain, semua bersatu untuk memastikan data kemiskinan ekstrem di Jember benar-benar valid,” ujar Gus Fawait.
Gus Fawait menambahkan bahwa keakuratan data adalah pondasi utama agar intervensi pembangunan tepat sasaran sehingga anggaran yang dikucurkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.
Gus Fawait menyadari bahwa kemiskinan merupakan persoalan fundamental yang memicu rantai masalah sosial lain di Jawa Timur, khususnya di Jember. Menurut dia, keberhasilan menekan angka kemiskinan akan berdampak linear pada perbaikan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“Kita tahu bahwa kemiskinan ini mengakibatkan banyak masalah lain, mulai dari angka stunting, angka kematian ibu dan bayi, hingga tindak kriminalitas. Ujung dari semua masalah itu adalah faktor kemiskinan,” jelasnya.
Meski pada tahun 2025 performa penurunan kemiskinan di Jember tercatat sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Timur dan wilayah Tapal Kuda, Gus Fawait menegaskan pihaknya tidak akan cepat berpuas diri. Dia telah menyiapkan strategi jangka pendek, menengah, hingga panjang untuk melakukan lompatan besar.
“Harapan saya, angka kemiskinan di Jember bisa di bawah angka psikologis 200 ribu. Selama 10 tahun terakhir, jumlah kemiskinan absolut selalu di atas angka tersebut. Saya bersama seluruh OPD dan tim akan bekerja maksimal untuk menembus target ini,” pungkasnya.
Penghargaan ini menjadi suntikan motivasi bagi Pemkab Jember untuk terus berinovasi dalam program-program pemberdayaan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang inklusif demi kesejahteraan warga Jember.***






