
Teropong Indonesia News
TANGERANG – Kekuatan persaudaraan yang menjadi jargon Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Madura Asli (MADAS) Sedarah kembali dibuktikan secara nyata. Jajaran pengurus DPD Banten, DPC Tangerang Kota, hingga tingkat DPAC menunjukkan solidaritas tinggi dengan menjenguk putra dari Ketua MADAS Sedarah DPC Arab Saudi, Khoirul Azam, yang sedang menjalani perawatan medis di Klinik Bakti Mulya, Kronjo, Kabupaten Tangerang, Senin (20/4/2026).
Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan simbol bahwa jarak geografis tidak menjadi penghalang bagi rasa kekeluargaan antar-anggota MADAS Sedarah, baik yang berada di dalam negeri maupun internasional.
Kehadiran Tokoh dan Pengurus MADAS Se-Banten
Aksi kepedulian ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting organisasi, di antaranya Panglima DPD Banten Bapak Sudarsono, Pembina MADAS Tangsel Bapak Edi dan Bapak Selamat, Ketua DPC Tangerang Kota Bapak Mahmud beserta staf, hingga perwakilan DPAC Karawaci Bapak Alfaidi.
Kehadiran para pengurus ini disambut hangat oleh Khoirul Azam. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas waktu dan perhatian yang diberikan oleh keluarga besar MADAS Sedarah di tengah musibah yang menimpa keluarganya.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran perwakilan pengurus MADAS Sedarah yang telah peduli kepada kami. Sinergi dan silaturahmi ini sangat penting dalam menjaga kesolidan dan kenyamanan antar-warga MADAS,” ujar Khoirul Azam.
Ia menambahkan bahwa solidaritas yang ia rasakan hari ini adalah bukti nyata bahwa MADAS Sedarah benar-benar mengedepankan rasa kekeluargaan. “Di dalam maupun di luar negeri, kami tetap satu keluarga yang saling menjaga,” tuturnya.
Organisasi Milik Bersama, Tanggung Jawab Bersama
Dalam diskusi santai di lokasi, Bapak Edi, Bapak Mahmud, dan Panglima Sudarsono menegaskan bahwa organisasi ini dibangun atas dasar kebersamaan. Mereka menekankan bahwa setiap anggota memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keharmonisan.
“Organisasi ini bukan milik perseorangan atau pengurus saja, tetapi milik kita bersama. Kita harus memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga kehangatan dan keharmonisan di tubuh MADAS ini,” tegas perwakilan pengurus.
Lebih lanjut, mereka berpesan agar seluruh anggota terus menjalin komunikasi yang baik, tidak hanya secara internal tetapi juga eksternal dengan organisasi lain, demi menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Komitmen Pendampingan Tanpa Pamrih
Para pengurus yang hadir menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah kesulitan yang dihadapi anggota maupun masyarakat sekitar. Mereka berjanji akan terus membangun kolaborasi di seluruh Indonesia bahkan hingga tingkat internasional.
“Jika ada rekan atau anggota yang mengalami kesulitan, kami akan selalu mendampingi dan hadir. Inilah esensi dari MADAS Sedarah: saling menghargai, saling menjaga, dan saling merangkul dalam keberagaman,” pungkas mereka.
Momentum ini semakin mempertegas posisi MADAS Sedarah sebagai ormas yang tidak hanya besar secara jumlah, tetapi juga besar dalam nilai-nilai kemanusiaan dan loyalitas antar-anggotanya. Red






