
Teropong Indonesia News
Jember – Peningkatan produksi pangan di Kabupaten Jember tidak dapat hanya mengandalkan perluasan lahan pertanian. Di tengah keterbatasan lahan yang ada, khususnya di Pulau Jawa, pemerintah memilih strategi meningkatkan luas panen melalui program optimalisasi lahan.

Keterbatasan lahan di Pulau Jawa tidak menyurutkan langkah Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendongkrak produksi pangan. Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP), Pemkab Jember kini fokus pada strategi intensifikasi guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Komitmen ini ditegaskan oleh Gus Fawait dalam agenda Pro Gus’e Update yang digelar di kantor DTPHP Jember pada Sabtu (6/6/2026). Langkah taktis yang diambil bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Optimalisasi Lahan (Oplah), Irigasi Perpompaan (Irpom), serta masifnya modernisasi alat dan mesin pertanian
Kalau kita ingin meningkatkan luas lahan di Pulau Jawa agak susah karena memang terbatas. Tetapi yang bisa kita lakukan adalah meningkatkan luas panen. Salah satu tools-nya adalah optimalisasi lahan,” ujar Gus Fawait.
[6/6, 22.30] MbakYuli Medi TERANYAR: Dan
[6/6, 22.30] MbakYuli Medi TERANYAR: sejumlah kelompok tani menerima bantuan berupa alat dan sarana pendukung pertanian. Bantuan tersebut meliputi Combine Harvester untuk Kelompok Tani Dewi Sri Desa Jombang Kecamatan Jombang, bantuan Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2026 untuk Kelompok Tani Moro Seneng Desa Sidodadi Kecamatan Tempurejo, bantuan Irigasi Perpompaan (Irpom) Tahun 2026 untuk Kelompok Tani Gemah Ripah Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari, serta bantuan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) bagi Kelompok Tani Sri Murni 1 Desa Panduman Kecamatan Jelbuk.
Gus Fawait berharap seluruh program yang dijalankan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani sehingga mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat posisi Jember sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Jember. YULI







