
Teropong Indonesia News
GRESIK – Fasilitas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang dibangun di Dusun Gantang, Desa Boboh, Kecamatan Menganti, kini menjadi sorotan tajam publik. Bangunan yang menyedot anggaran Dana Desa ratusan juta ini, ironisnya hanya menjadi “monumen mati”. Meski pembangunannya telah rampung berbulan-bulan lalu, hingga saat ini fasilitas tersebut tidak pernah difungsikan sama sekali.

Kondisi ini memicu kecaman keras karena dinilai sebagai bentuk pemborosan uang negara dan penyia-nyiaan aset daerah yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.
Anggaran Rakyat Bukan untuk Pajangan
Praktisi hukum yang memantau penggunaan anggaran publik di Gresik menilai, kelalaian ini sangat serius. Membangun infrastruktur tanpa adanya rencana operasional yang matang adalah bukti nyata kesalahan perencanaan.
“Ini bukan sekadar keterlambatan operasional, tapi patut diduga sebagai kelalaian serius. Membangun gedung tanpa rencana operasional yang matang adalah bentuk pemborosan anggaran yang nyata. Dana Desa harusnya memberi manfaat, bukan sekadar jadi pajangan,” tegasnya.
Ironi Memilukan: Sampah Menumpuk di Samping Bangunan
Yang semakin memilukan, akibat ketiadaan sosialisasi dan manajemen yang jelas dari Pemerintah Desa, warga justru kebingungan. Alih-alih membuang sampah ke dalam TPS, sampah justru menumpuk liar di sekeliling bangunan tersebut.
TPS yang dibangun untuk menata lingkungan justru menjadi sumber masalah baru. Lingkungan menjadi kumuh, bau menyengat, dan potensi penyebaran penyakit semakin besar.
“Sayang sekali kalau hanya jadi pajangan. Harapannya TPS ini bisa mengatasi masalah sampah, tapi sampai sekarang tidak ada gunanya sama sekali bagi kami. Sampah malah makin banyak berserakan di sana,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa, Jumat (24/04/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan, bangunan berdiri kokoh namun sepi. Tidak ada petugas, tidak ada alat pengolah, dan tidak ada aktivitas sama sekali. Debu mulai menempel tebal, menandakan fasilitas ini sudah sangat lama dibiarkan terlantar.
Pemerintah Desa Pilih Bungkam, Warga Minta Audit
Masyarakat kini menuntut kejelasan. Jika bangunan ini tidak kunjung difungsikan, warga meminta agar Inspektorat Kabupaten dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) segera turun tangan melakukan audit.
Dikhawatirkan ada indikasi penyalahgunaan wewenang atau kerugian negara di balik proyek yang mangkrak ini.
Sikap Pemerintah Desa Boboh yang hingga kini terus menghindar dan memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media justru semakin memicu kecurigaan.
“ADA APA DENGAN PEMDES BOBOH?”
Kenapa selalu menghindar saat dikonfirmasi? Padahal persoalan sampah ini menyangkut kesehatan dan kenyamanan warga yang makin hari makin mencemaskan.
Redaksi menegaskan komitmennya untuk selalu menyajikan fakta. Kami tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan demi terwujudnya berita yang berimbang dan berkualitas.
Namun, kebenaran tidak boleh ditutup-tutupi. Warga berhak tahu kemana perginya uang mereka dan kenapa fasilitas publik justru menjadi sia-sia. Red




