
Teropong Indonesia News
PEWARTA:TOMY/YULI
Jember — Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Jember telah memasang kuda-kuda mengawal kelayakan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha.
Langkah antisipatif ini diambil guna memastikan seluruh hewan yang disembelih masyarakat berada dalam kondisi prima, sehat, dan bebas dari zoonosis (penyakit yang dapat menular ke manusia).
Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Kabid Keswan) DKPP Jember, drh. Henry Kurniawan, menyatakan pihaknya telah menyusun peta jalan pengawasan yang komprehensif, Mulai pemeriksaan di tingkat peternak lokal hingga inspeksi mendadak di lapak-lapak pedagang musiman.
Kami mengedepankan prinsip transparansi dan keamanan pangan, Petugas medik dan paramedik veteriner sudah kami sebar ke 31 kecamatan di Jember untuk melakukan skrining klinis secara ketat, ujar drh. Henry Kurniawan saat melakukan pengecekan, Jumat (22/5/2026).
Menurut drh. Henry, pemeriksaan fisik menjadi garda terdepan dalam mendeteksi kelayakan hewan. Menurut dia, ada beberapa parameter yang menjadi acuan utama tim dokter hewan di lapangan.
Pertama, pemeriksaan fisik makro, Pihaknya memastikan hewan tidak pincang, mata jernih, cermin hidung basah/lembab, dan bulu tidak kusam.
Kedua, cek penyakit endemik. Yakni, dengan mengantisipasi gejala klinis penyakit seperti PMK (penyakit mulut dan kuku) serta lumpy skin disease (LSD).
Ketiga, verifikasi usia dengan memastikan hewan qurban cukup umur (ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap) sesuai syariat Islam.
Selain fokus pada aspek higienitas, drh. Henry Kurniawan juga menyoroti bagaimana jaminan kesehatan hewan qurban ini berimplikasi langsung pada gairah ekonomi peternak di Jember.
Menurut dia, ketika pemerintah mampu memberikan garansi bahwa hewan kurban di Jember sehat, maka tingkat kepercayaan pasar—baik dari dalam kota maupun luar daerah—akan meningkat tajam.
Jember ini salah satu pemasok ternak yang diperhitungkan. Jika kesehatan hewan kita terjamin dengan adanya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), para pedagang dan pembeli tidak akan ragu melakukan transaksi skala besar, terangnya.
Menurut dia, hal ini yang memicu multiplier effect bagi peternak rakyat kita di desa. Alhasil, perputaran modal menjadi lebih cepat dan kesejahteraan mereka otomatis terdongkrak menjelang lebaran kurban ini.






