
Teropongindonesianews.com
Pekanbaru, 4 Juni 2026 – Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Riau melaksanakan Wisuda S2, S1 dan DIII. Acara berlangsung khidmat dan sukses di Ballroom Hotel Pangeran, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Riau.
Dalam kata sambutannya Ketua Yayasan Univ Riau, yang diwakili oleh Pembina Yayasan Univ Riau, Prof. Dr. Mashadi, M.Si. menyampaikan atas nama Yayasan, saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan studinya dengan baik. Gelar akademik yang Saudara raih hari ini adalah buah dari kerja keras, dedikasi, dan pengorbanan yang tidak sedikit. Rasa bangga juga saya sampaikan kepada para orang tua dan keluarga, yang telah memberikan dukungan moral maupun materiil hingga putra-putrinya sukses mencapai titik ini.
Yayasan Univ Riau memiliki komitmen penuh untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, relevan dengan perkembangan zaman, dan berkarakter serta lulusan nya dapat bekerja dengan baik. Kami terus berupaya meningkatkan fasilitas, memperkuat kualitas tenaga pengajar, dan menjalin kemitraan strategis demi menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di STIFAR Riau. Kami berharap institusi ini tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademis, tetapi juga individu yang memiliki integritas tinggi, adaptif terhadap perubahan, dan berakhlak mulia, dan tentu yang paling penting professional dalam pekerjaannya.
Ingatlah bahwa keberhasilan hari ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan gerbang awal untuk mengabdikan ilmu kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Tantangan di dunia nyata dan dunia kerja di masa kini menuntut Anda untuk terus belajar, berinovasi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme. Jagalah nama almamater dengan karya-karya terbaik, dan jadilah problem solver di tengah-tengah lingkungan Anda berada, sambung Prof. Mashadi.
Melalui kesempatan ini juga kami Pengelola Yayasan sedang mengupayakan untuk meningkatkan kualitas Stifar Riau dari berbagai aspek, terkhusus melalui peningkatan kualitas dan kuantitas sarana-prasarana kampus. Yayasan juga berkomitmen untuk secara terus menerus melakukan evaluasi dan perbaikan tatanan yang ada melalui peningkatan kemampuan seluruh personil yang ada agar STIFAR Riau memiliki keunggulan dan daya saing yang tinggi.
Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua STIFAR berserta jajarannya yang telah bekerja keras dan cerdas untuk memajukan STIFAR Riau. Semangat yang menyala di seluruh jajaran civitas akademika inilah yang memberikan ‘ruh’ di dalam melaksanakan tugas pendidikan di lingkungan STIFAR Riau. Untuk itu semangat ini perlu untuk terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga STIFAR Riau akan menghasilkan lulusan yang semakin baik kualitasnya.
Kepada Kepala LLDikti wilayah XVII kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas upaya yang tak henti-hentinya memberikan pembinaan dan pengawasan bagi Institusi kami selama ini. Untuk masa-masa yang akan datang kami tetap membutuhkan pembinaan ini guna mempertahankan dan meningkatkan kualitas Institusi kami. Selebihnya pada kesempatan ini ijinkan saya juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, maupun pihak swasta terkait yang sudah bersinergi secara baik dengan Yayasan maupun STIFAR Riau sehingga sangat membantu kami dalam meningkatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat sebagi upaya turut serta mencerdaskan kehidupan nusa dan bangsa.
Kepada para wisudawan, bawalah selalu pesan almamater ini: Teruslah melangkah dengan penuh keyakinan, jadilah kebanggaan keluarga, dan berikan dampak positif bagi lingkungan sekitar Anda, tambahnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau yang diwakili opleh Ibu Ns. Zubaidah, S.Kep, MM. menyampaikan Pendidikan kefarmasian dimungkinkan memiliki akses yang cukup luas untuk berhubungan secara langsung dengan masyarakat. Kemudahan akses itu diharapkan dapat digunakan semaksimal mungkin untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama dalam penggunaan obat-obatan. Saat ini penyalahgunaan napza atau narkoba semakin marak. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan terjadinya hal itu, diantaranya masih adanya faktor ketidaktahuan masyarakat terhadap bahaya penggunaan obat-obatan terlarang tersebut. Karena itu tenaga farmasi harus dapat ikut mengambil peran dalam upaya mengurangi ketidaktahuan masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan obat, dengan cara memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat. Semua obat pada dasarnya racun. Artinya dalam jumlah yang tepat dapat menyembuhkan, tetapi jika kelebihan dapat mengakibatkan kematian.
Oleh karena itu, tenaga kefarmasian dituntut bekerja dengan ekstra teliti dan hati-hati. Jika ada sesuatu yang kurang jelas dan meragukan harus ditanyakan. Untuk itu, selain bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan, tenaga kefarmasian harus memohon petunjuk dan perlindungan kepada Allah SWT. Selain itu, obat pada hakekatnya sangat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. Terkadang ada beberapa di antaranya oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab disalahgunakan, seperti narkotika dan obat psikotropika.
Sehubungan dengan hal itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan mengeluarkan peraturan yang cukup ketat untuk mengatur jenis obat itu. Karena itu, tenaga kefarmasian harus kuat iman. Di sinilah letak pentingnya pendidikan mental yang selalu ditekankan dikampus, karena bukan tidak mungkin di apotik, tempat kita bekerja, dibanjiri dengan resep valium, dumolith, mogadon, somnil, lexotan, dll. Dalam hal ini, tenaga kefarmasian harus waspada akan keaslian resepnya. Resep yang aslipun harus dibatasi pelayanannya. Pendidikan Sarjana Kefarmasian bukan merupakan pendidikan Vokasi, maka sehubungan dengan hal tersebut Saudara untuk masuk ke dunia bekerja dianjurkan untuk melanjutkan pendidikan ke Profesi apoteker.
Pendidikan Profesi Ahli Madya Farmasi dalam bekerja seorang Tenaga Teknis Kefarmasian harus mempunyai Surat Ijin Kerja (SIK). Untuk mendapatkan Surat Ijin Kerja, harus terlebih dahulu mempunyai Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian (STRTTK) dan Surat Sumpah Tenaga Teknis Kefarmasian, hal ini berdasarkan Undang-undang 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Bagian Keenam tentang Registrasi dan Perizinan (Pasal 260 sampai dengan Pasal 266), jelasnya.
Apabila penanganan obat baik di lingkungan Rumah Sakit maupun Puskesmas dilaksanakan oleh Tenaga Kefarmasian, kita bisa bayangkan berapa banyak dibutuhkan tenaga kefarmasian dilingkup pelayanan kesehatan. Disamping peluang-peluang yang ada di atas tadi, dalam kehidupan keseharian kita hampir tidak lepas dari dunia kefarmasian. Mulai dari makanan, alat kesehatan, sampai kosmetik. Yang semua produk-produk tersebut proses produksi dan pengawasannya dilakukan oleh tenaga farmasi. Mayoritas masyarakat kita kurang begitu faham mengenai dunia kefarmasian. Anggapan masyarakat kita adalah bidang farmasi adalah obat-obatan demikian pula sebaliknya. Sedangkan peluang peluang lainnya seperti makanan dan minuman, alat kesehatan, kosmetik, obat tradisional (jamu) dan lain-lain adalah bagian dari pekerjaan kefarmasian mulai dari awal proses produksi, kualitas kontrol, sampai peredaran di masyarakat (konsumen), tambahnya.
Turut memberikan sambutan Ketua STIFAR Riau Dr. apt. Enda Mora, M.Farm memaparkan wisuda saat ini adalah wisuda S2 ke 2, S1 ke 30 dan D-III ke 31 STIFAR Riau meluluskan 30 Vokasi Farmasi/D3, S1 Farmasi dan 6 orang Magister Farmasi. Wisuda pada periode Juni 2026 ini merupakan wisuda yang istimewa bagi STIFAR Riau, karena wisuda kali ini STIFAR telah meluluskan Magister Farmasi yang kedua kali yg melahirkan 6 orang lulusan Magister Farmasi dari Program Studi Magister Ilmu Farmasi, dan Akreditasinya sudah UNGGUL. Dari itu kami ucapkan Selamat kepada seluruh wisudawan dan orang tua wisudawan. Semoga ilmu yang Saudara dapatkan selama belajar di STIFAR Riau menjadi ilmu yang bermanfaat bagi diri saudara, masyarakat, dan bagi bangsa Indonesia.

Beberapa hal penting untuk kesuksesan Anda berikutnya dalam mendapatkan pekerjaan maupun dalam mengembangkan karir di antaranya meliputi:
Pertama, kemampuan berkomunikasi dengan berbagai kalangan melalui pergaulan yang positif sangat penting karena akan membuka beragam kesempatan dan peluang pekerjaan. Komunikasi juga sangat penting ketika Saudara telah bekerja karena Saudara akan bersama atau berdampingan dengan orang lain dalam berbagai latar belakang dan budaya yang berbeda. Saudara harus menjadi sosok yang dapat dipercaya serta solutif dan mampu bekerja sama dengan rekan kerja Saudara. Utamakan keberhasilan kelompok dibandingkan keberhasilan diri sendiri semata.
Kedua adalah kesediaan untuk terus mengupdate ilmu pengetahuan dan ketrampilan khususnya yang berkaitan dengan jenis pekerjaan kefarmasian yang saudara inginkan atau yang Saudara geluti selama. Senantiasa mengikuti perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi seperti pemanfaatan aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang beretika.
Ketiga, karakter yang baik, sopan dan jujur serta ketangguhan /kegigihan dalam mencapai target yang Saudara canangkan. Tidak menyalahkan keadaan/lingkungan sekitar, bangkit jika mengalami kegagalan, serta terus bergerak ke depan adalah sebagian dari ciri-ciri karakter orang yang sukses.
Keempat adalah kedekatan Saudara dengan Sang Pencipta melalui ibadah-ibadah dan amalan terbaik secara istiqomah. Sebagai seorang hamba yang lemah, tiada daya dan kekuatan selain atas ijin dan kehendak dari Tuhan Ilahi Rabbi. Keberhasilan Saudara tidak bisa lepas dari kuasa dari Sang Pencipta, tambah Dr. Enda Mora.
Dan terakhir adalah restu dari keluarga khususnya dari orang tua yang selama ini telah membesarkan dan mendidik Saudara. Ridho Tuhan YME dimulai dari ridho orang tua, sehingga kepatuhan kepada orang tua adalah syarat mutlak bagi keberhasilan hidup Saudara. Ketentraman dan kebahagiaan hidup hanya bisa direngkuh jika Saudara senantiasa berusaha membahagiakan kedua orang tua Saudara. Bagi orang tua Saudara yang telah meninggal dunia, selalulah memanjatkan doa dalam berbagai kesempatan agar Tuhan melapangkan kubur orang tua Saudara dan mengampuni dosa-dosanya. Selain itu, teruslah menjalin silaturahmi dengan teman-teman maupun kerabat dari kedua orang tua Saudara, tutup Dr. Enda Mora.
Turut hadir dalam Wisuda tersebut Wakil Ketua I STIFAR Riau Dr. apt. Wira Noviana Suhery, M.Farm. Wakil Ketua II Dr. apt. Deni Anggraini, M. Faarm. Ketua Prodi PSPA apt. Nesa Agistia, M.Farm, seluruh sivitas akademika STIFAR dan seluruh tamu undangan lainnya.
(Drs.H.Jasril,M.Si.,M.H koordinator TIN Riau dan Kepri).







